2 Makhluk 1 Insan Volume 1

Naufal Khoirul Anam
Chapter #4

Konsultasi Karakter part 1

1. Konsultasi dengan Kakek

Aku duduk di kursi bundar yang bisa berputar sambil memegang catatan dan alat tulis, menunggu orang masuk ke dalam.

Orang tua yang sudah sepuh dibidang kedokteran yaitu Kakek angkat ku masuk ke dalam, "Ada apa kakek? Punggung mu sakit lagi?"

"Ya, sedikit. Tapi berkat mu setiap malam selalu memijat ku."

"Itu bukan aku yang melakukan nya melainkan Johan." Kakek tidak percaya apa yang sudah aku katakan, "Pikiran secara rasional. Jika aku pijat pakai tangan kecil ku gak akan terasa, jika ku naikan sekujur tubuhku punggung mu akan lebih sakit karena bobot ku sedikit berat. Maka dari itu, aku melatih Johan untuk menginjak sebagian tubuhnya naik ke atas. Jika punggung kakek ingin dipijat, silahkan minta saja kepada Johan."

"Eh? Itu seriusan, cucu ku gak berbohong kan?"

"Konsultasinya sudah selesai, silahkan keluar Kakek."

2. Konsultasi dengan dokter James

Ia adalah dokter ahli bidang fisioterapi, ortopedi, neurologi, pediatri dan kardiorespirasi. Dokter yang selalu mendiagnosa kondisiku setiap harinya di cerita interlude pertama untuk tetap menjaga tubuhku fit untuk dikloning kan. Aku belajar banyak darinya tapi aku sedang senggang membuka konsultasi untuk umum.

"Apa keluhan anda datang kemari?"

"Ehm ... Yudas, kamu belum tau tentang kabar ku sudah menikahi dokter Alice."

"Belum, aku ucapkan selamat atas pernikahan nya." Gak kusangka dokter pelacur tersebut masih laku, meskipun sudah diganyang banyak orang. "Anda kemari mau apa?"

"Aku ingin berbagi informasi pada mu."

"Hmm ..." Aku diam mendengarkan nya.

"Sebenarnya aku menikahi Alice ada alasannya untuk menyembuhkan psikologis sama mengisi hatinya yang kosong. Sekaligus aku memijat labia luar sama dalamnya untuk merapatkan kembali vaginanya. Aku tau, ia sudah berhubungan banyak orang dan kami bekerja di satu perusahaan yang sama. Aku memiliki prinsip untuk menjaga keperjakaan ku ke orang yang benar-benar aku cintai dan sayangi saat sudah menikah nanti. Adik kloningan mu, terpengaruh sama prinsip ku. Ia begitu menghormati ku, tapi adik mu jarang pulang ke rumah kami. Karena gak ingin mengganggu bulan madu sama hubungan mesra berbulan-bulan. Dia juga cukup pengertian, tidur sama anak angkat ku di gereja yang sedikit jauh dari tempat tinggal kami. Di satu malam, kami melakukan malam pertama setelah beberapa tahun menikah mungkin baru tiga tahun kalau diingat-ingat. Alice memiliki libido dan daya nafsu begitu besar, aku setiap malam selalu diperas sampai gak bisa berdiri dan merasakan sakit karena kantung kemih ku sampai kempes. Berhubungan badan dengan nya memang terasa begitu nikmat, aku yang tak memiliki pengalaman dalam hal aktivitas seksual, sekarang aku sudah menguasai nya beberapa pose. Tapi, bukan itu yang aku keluhkan. Yang jadi masalah hubungan romantis ini jadi toksik, karena setiap ada kesempatan Alice ingin melakukan hubungan seks tanpa mengenal waktu. Aku kewalahan menangani nya, bisa berikan masukkan pada ku, dokter."

"Kalian cari hobi baru sama kesibukan lain, kalau mau ampuh suruh Alice untuk berpuasa makan, minum, jaga tubuh, jaga jarak, hindari hubungan bermesraan di siang hari. Buatlah jadwal rutinitas setiap bulannya. Itu yang bisa aku lakukan, sekarang dia adalah milik mu dan jadi tanggung jawab mu. Kamu harus bisa mengontrol wanita penggoda tersebut. Yah, aku masih kecil belum mengerti daya tarik perempuan. Konsultasi mu sudah selesai, silahkan bujuk Alice dengan karisma mu."

"Terima kasih banyak atas masukannya, aku akan kembali kemari."

Hah ... Otaknya mungkin sudah diracuni oleh surganya dunia. Wanita memang terkadang memang bisa racun dan obat bagi pria. Jika terlalu overdosis itu gak akan baik.


Lihat selengkapnya