2000 In Memoriam

Nuel Lubis
Chapter #9

Upacara 17 sebagai Murid SMP

Tanggal 17 Agustus 2001. Ini hari spesial. Bukan hanya untuk aku secara pribadi. Hari ini adalah peringatan berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia. Indonesia ini ternyata sudah berusia yang ke-56 tahun.

Hari ini sebetulnya tanggal merah. Namun, pihak SMP Marius sudah menganjurkan agar setiap murid menghadiri upacara bendera. Murid-murid yang tidak menghadiri upacara bendera, akan dianggap absen dan berpengaruh ke isi rapor.

Eh, seharusnya bilangnya bukan menganjurkan, tapi mewajibkan, sih. Aku tertawa sendiri sembari memperhatikan sederetan murid-murid SD Marius yang ikut serta dalam upacara bendera. Tadi aku sempat bertanya ke Stefanus, adik kelas aku yang menginjak kelas 5 SD. Masih tetap sama. Hanya murid-murid dari kelas 4 hingga 6 SD yang diwajibkan ikut upacara bendera. Selain itu, murid-murid SD Marius diliburkan.

Omong-omong, aku rindu. Aku sekarang ini merindukan momen-momen aku masih berseragam putih-merah. Momen-momen yang indah. Yang mana kegiatan belajar bisa disambilkan dengan kegiatan bermain. Sekarang, mana bisa. Harus serius belajar. Pelajaran-pelajaran di tingkat SMP tidak semudah pelajaran-pelajaran di tingkat SD.

Tahun lalu aku ikut upacara bendera memang sebagai murid SD. Tahun ini terasa berbeda sekaligus istimewa. Aku mengikuti upacara bendera sebagai murid SMP Marius. Baru tapi lama. Lama tapi baru. Aku cekikikan sendiri dengan opiniku sendiri. Kenyataannya memang seperti itu. Rasanya terlihat biasa saja mengikuti upacara bendera saat ini. Namun, ternyata ada yang berbeda. Sebagian perbedaan itu adalah tentang seragam yang aku kenakan, teman-teman, guru-guru, dan mungkin yang lainnya.

Sandi terkekeh-kekeh. Ia menepuk bahuku dan berkata, “Lama amat lihat murid-murid SD itu. Ketawa sendiri gitu, kenapa sih?”

Aku menggeleng dan ikut terkekeh-kekeh. Kataku, “Cuma ingat masa lalu.”

Kata Sandi nyengir, “Oh, lu dulu lulusan SD sini, yah.”

“Begitulah, San,” balasku tersenyum.

“Kayak aneh aja, yah, Noel,” kata Sandi nyengir. “Tahun lalu, ikut upacara bendera, jadi murid SD. Eh, sekarang, ikut upacara bendera, jadi murid SMP. Gedungnya sama pula. Eh, tapi, suasananya beda aja gitu.”

Lihat selengkapnya