Hari sabtu yang lalu, aku sudah mengambil rapor. Aku mendapatkan peringkat ketiga. Aku sangat bersyukur karena masih bisa berada di sepuluh besar di kelas 1 SMP ini. Orangtua aku pun cukup berbahagia dengan hasil belajar aku di caturwulan pertama ini. Mama sampai memeluk aku dengan keharuan yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Aku sampai ikut menangis pula.
Oh iya, mulai ke depannya, ada beberapa perubahan. Jika hingga detik ini, masih menggunakan sistem caturwulan (yang sering disingkat menjadi cawu), yang setiap tiga bulan sekali, terima hasil laporan belajar, maka ke depannya, akan langsung menggunakan sistem semester seperti layaknya mahasiswa di kampus. Terima rapor setiap enam bulan sekali. Namun setiap tiga bulan sekali, murid-murid akan menerima rapor berwarna kuning. Alhasil, setiap murid SMP akan menerima dua rapor. Yang kuning dan yang merah. Yang kuning, hasil belajar sementara. Yang merah, hasil belajar secara keseluruhan.
Seperti itulah yang disampaikan oleh Pak Silaban kemarin sabtu. Selain itu, Pak Silaban juga memberitahukan bahwa sistem Ebtanas dihapuskan oleh pemerintah. Tahun depan, sebagai penentu kelulusan murid-murid kelas 3 SMP adalah sesuatu yang bernama Ujian Akhir Nasional alias UAN. Tidak semua mata pelajaran akan diujikan. Hanya tiga mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Saat hal tersebut diumumkan, Nabit, dkk, bersorak-sorai. Entahlah, aku bingung kenapa mereka seperti itu. Padahal, menurut aku, tetap saja Ebtanas masih ada. Hanya bentuknya saja yang berubah.
Sekarang adalah hari senin. Liburan akhir caturwulan hanyalah seminggu. Di jam delapan pagi, aku sudah berada di depan televisi. Selama lima hari berturut-turut, RCTI menayangkan acara-acara khusus anak-anak. Acara-acara itu lebih seringnya film-film animasi. Itu seperti Doraemon, Dragon Ball, Crayon Shinchan, atau Ninja Hatori. Ada pula Kabutaku, yang bukan film animasi. Aku bingung acara-acara seperti Kabutaku atau Ninja Rangers, itu disebutnya sebagai apa.
Yang pertama aku tonton adalah Doraemon. Mungkin sampai aku dewasa, aku akan tetap menyukai Doraemon. Menurutku, ini tidak hanya cocok ditonton oleh anak-anak. Orang dewasa juga harus menonton Doraemon. Seperti episode yang sekarang. Yang berjudul “Giant Jatuh Cinta” ini. Lucu, sih.
Sembari menonton Doraemon, aku terbayang-bayang apa saja yang sudah aku alami sebagai seorang pelajar SMP. Mulai dari bulan Juli hingga bulan Oktober. Sekonyong-konyong pikiranku teralihkan dari tayangan Doraemon.
“Kamu, yang rambutnya keriting, sini,” seru Pak Hadi yang menyuruh Santo ke meja guru. Di dekat Pak Hadi, sudah ada Alfa yang tadi disuruhnya untuk memijat punggungnya. “Oh, iya, kamu yang tadi ketawa kencang, coba baca bab pertama tentang apa itu Biologi. Baca sampai saya suruh berhenti.”
Santo bergegas ke arah meja guru. Doni mempersilahkan Santo untuk lewat. Karena, mau tak mau Santo harus meminta izin. Di sebelah kiri Santo, sebuah dinding dan jendela kelas. Jika mau keluar, harus meminta izin ke teman semejanya.