2000 In Memoriam

Nuel Lubis
Chapter #25

Libur Ramadhan Pertama sebagai Murid SMP

Satu hal yang aku suka dari datangnya bulan Ramadhan adalah situasinya. Aku suka sekali mendatangi masjid di dekat rumah aku setiap jam sore. Sebabnya adalah banyaknya penjual jajanan di sekitar masjid. 

Macam-macam, deh, yang dijual oleh para pedagang kaki lima tersebut. Ada bakso, mi ayam, siomay, bakpau, cakue, hingga gulali. Enak-enak. Aku sering terbawa untuk jajan terus setiap jam empat sore. 

Mama langsung mengomel, “Jajan melulu, jajan melulu. Jajan melulu yang kau pikirkan. Memangnya kau pikir aku pencetak uang apa?”

Jika Mama sudah berkata seperti itu, yang sudah sering mengungkit-ungkit tentang masalah keuangan, aku diam seribu bahasa. Terpaksa aku hanya ke sekitar masjid sembari melihat-lihat aktivitas anak-anak komplek dan kampung yang sedang asyik jajan. Terkadang aku ikut menemani Mbak Roh dan Mbak Inah yang ikut serta dalam aktivitas di sekitar masjid di atas jam empat sore. 

Aku baru tahu pula dari Mbak Roh, bahwa aktivitas sebelum waktu berbuka puasa ini disebut sebagai ngabuburit. Selama ini aku tidak tahu itu memiliki istilahnya sendiri. Aku mendadak teringat kata-kata Sandi Malau saat itu. 

Sandi Malau sering berkata seperti ini, “Lu itu tahunya apa, sih? Buku paket melulu, yah? Sekali-kali update soal yang lagi ngetren, dong, Noel. Jangan baca buku paket melulu.”

Atau, pernah juga Sandi Malau berkata begini, "Astaga, Noel. Kuper banget lu. Sekali-kali update apa yang lagi ngetren, kali. Jangan baca buku paket melulu.”

Iya, Sandi Malau sering berkata seperti itu. Sakit saat mendengarnya. Namun aku tahu maksud Sandi itu baik. Dia peduli kepada aku. Dengan dia berkata seperti tadi, seolah-olah dia mau berkata, ada dunia lain yang tak kalah menarik selain tentang sekolah, pelajaran sekolah, dan apa yang tertuang di buku-buku paket sekolah. Aku sih menangkapnya seperti itu. 

Ngabuburit itu namanya, Noel,” kata Mbak Roh tadi. “Ngabuburit itu waktu menunggu berbuka puasa. Biasanya, yah, kayak yang Noel sama Christy lakuin. Jajan-jajan. Biasanya waktu ngabuburit dimulai setelah azan Ashar."

Aku lalu mengangguk-anggukan kepala. Kusimpan baik-baik di dalam memori informasi dari Mbak Roh tersebut. Sepertinya penting juga untuk dihafal. Tak kalah penting informasi tersebut daripada informasi mengenai akar tunggal, tentang past tense, tentang tangga nada kres, atau tentang rumus menghitung daya listrik. 

Sandi Malau benar. Ada banyak hal menarik selain apa yang tercantum di buku-buku paket sekolah. Contohnya itu seperti perkara ngabuburit, ngetem, atau seceng-goceng. Pintar untuk urusan sekolah, itu sepertinya memang diwajibkan. Namun, kita juga perlu tahu apa saja yang tengah digemari. Yang menjadi tren di masyarakat, kita punya harus tahu. Seperti kata peribahasa, jangan seperti katak dalam tempurung. 

Oh, bulan Ramadhan kali ini jatuh pada tanggal 15 November 2001. Jatuh pada hari rabu. Di hari kamis, hampir seluruh sekolah diliburkan. Yang sekolahnya sekolah negeri, katanya, mereka libur bisa sampai sebulan. Rey yang suka bertemu Vina, bercerita padaku dan yang lainnya, Vina yang diterima di SMPN 1, masih libur. Wah, enaknya. Aku iri, deh. 

Lihat selengkapnya