2000 In Memoriam

Nuel Lubis
Chapter #28

UAS & Meleyot

Iya, namanya UAS. Singkatan dari ujian akhir semester. Sekarang namanya bukan lagi EHB alias evaluasi hasil belajar. Apalagi THB yang singkatan dari tes hari belajar. 

Ke depannya lagi, sudah menggunakan sistem semester. Bukan lagi caturwulan. Pembagian rapor setiap enam bulan sekali. Yang di sistem lama, setiap tiga bulan sekali. 

Perubahan berikutnya adalah Ebtanas. Ebtanas yang merupakan kependekan dari evaluasi belajar akhir tahap nasional, diubah menjadi UAN alias ujian akhir nasional. Lalu, katanya, sistem UMPTN akan dihapus. 

UMPTN, yah? 

Itu merupakan singkatan dari ujian masuk perguruan tinggi negeri. Semacam seleksi masuk di tingkat perguruan tinggi. Para lulusan SMA akan beradu masuk ke perguruan tinggi favorit. Aduh, membayangkannya saja, sekujur tubuh aku sudah merinding. Sekarang aku masih kelas 1 SMA. Masih jauh perjalanan aku menuju perguruan tinggi. Kurang lebih sekitar enam-tujuh tahun lagi. Walaupun demikian, aku sudah memasang target untuk berkuliah di Universitas Indonesia. Diterimanya Kak Sherly di fakultas Hukum menjadi pemicunya. 

Sekarang saja aku masih kelas 1 SMP. Bersekolah di SMP Marius. Yang kini ini aku sedang menjalani hari-hariku yang meleyot. Meleyot karena sederetan ujian mata pelajaran yang aku harus lakoni. Hari pertama, ada ujian Agama dan Bahasa Indonesia. Di jam tujuh pagi, ujian Agama. Nanti ada ujian Bahasa Indonesia di jam sembilan pagi. 

Hahaha… meleyot, yah? 

Aku tahu istilah itu dari guru Biologi. Pak Hadi sering mengucapkan kata ‘meleyot’ itu. Kata Pak Hadi, orang yang suka murung itu disebut sebagai meleyot. Akulah orang yang menjadi sasarannya. Masakan aku sering murung di kelas? Aku merasa biasa saja dan mengusahakan diri untuk lebih sering tersenyum. 

Lupa tanggal berapa, tapi sepertinya sebelum pembagian rapor caturwulan, Pak Hadi yang awalnya sedang asyik dipijat Yoshi, mendadak berdiri dan menghampiri aku yang sibuk mendiktekan bacaan dari buku paket Biologi. Tidak ada angin dan badai, aku dipukul beliau dengan buku LKS Biologi. 

“Noel,” seru Pak Hadi setengah melotot, setengah terkekeh. "Kamu tuh, ojo meleyot melulu. Ceria sedikit. Nikmati masa-masa ABG kamu."

Lihat selengkapnya