2000 In Memoriam

Nuel Lubis
Chapter #29

Les Terakhir bersama Pak Gomal

Masih ujian. Sebentar lagi Natal juga. Namun, para pembantu rumah tangga belum datang juga. Aku perhatikan, di tengah-tengah belajar untuk UAS, Mama tampak kerepotan dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Sedikit-sedikit bersuara kencang. Yang mau tak mau, tak hanya aku, anggota keluarga yang lain pun harus ikut membantu. 

“Singsingkan lengan baju!” Itulah kata-kata yang Mama dengungkan beberapa hari ini sejak Lebaran. Ups, ralat deh. Kalau tak salah ingat, tiga hari sebelum Lebaran. Itu bertepatan dengan ketiga pembantu di rumah mudik ke Purbalingga. 

Sekarang aku sedang berada di lantai kedua rumah. Bersama Pak Gomal, guru les privat yang dibayar mahal-mahal agar aku bisa mengatasi kesulitan aku dalam menghadapi eksakta. Aku baru tahu pelajaran-pelajaran seperti Matematika, Fisika, dan Kimia, itu disebut sebagai eksakta. 

“Atau, ada juga yang bilang Mafia,” ujar Pak Gomal ditengah-tengah usahanya menjelaskan padaku cara cepat menghafal rumus. 

“Mafia?" tanyaku mengerutkan dahi. Aduh, Pak, permasalahan Integral ini saja, aku belum kunjung paham. Aku mohon jangan memunculkan istilah-istilah yang aneh-aneh. 

“Iya, Mafia,” kata Pak Gomal nyengir. “Ada keponakan aku, yang tahun ini, baru masuk SMA, Noel. Dia bilang, teman-temannya di sekolah menyebutnya Mafia. Mafia itu singkatan dari Matematika, Fisika, dan Kimia.”

Sekonyong-konyong Pak Gomal tertawa terbahak-bahak. Aku pun ikut tertawa. Ternyata Mafia itu kependekan dari Matematika, Fisika, dan Kimia. Aku kira mafia dalam konteks gangster. Geng-geng kriminal yang sempat membuat geger masyarakan Amerika Serikat. Yang paling terkenal adalah gengnya Al Capone. 

“Eh, Noel,” kata Pak Gomal sedikit membuang nafas. Tampaknya ada sesuatu hal yang mau disampaikan. Bibirnya terlihat kaku. 

“Apa, Pak?” tanyaku masih mengernyitkan kening. 

“Ini mungkin saat-saat terakhir saya ngelesin kamu,” ucap Pak Gomal yang memukul bahuku, tersenyum. 

“Saya nggak bikin salah, kan, Pak?” tanyaku yang meletakkan pensil. Kutunda dulu untuk mengerjakan soal yang dibuatkan Pak Gomal untuk aku kerjakan. 

Lihat selengkapnya