2000 In Memoriam

Nuel Lubis
Chapter #50

Murid SMP yang Selalu Meleyot

Sebelumnya aku pernah berkata seperti ini, bukan? 

Sebelumnya aku adalah murid berseragam putih-merah, yang memasang dasinya lebih mudah. Tinggal kalungkan saja di leher, lalu mengenakan topi di leher. Sudah begitu saja. Kalau di SMP, berbeda. Cara menggunakan dasi aku sebagai murid SMP itu sudah mirip dengan cara Papa mengenakan dasi setiap pergi ke kantor atau pesta pernikahan. Ribet. Sampai sekarang pun, aku belum menguasai cara menggunakan dasi. Masih sering dibantu pembantu rumah tangga.

Itulah salah satunya, aku rasa, pembeda antara dunia SD dan SMP. Selain itu, tentu saja dari kesulitan setiap mata pelajarannya. Khususnya untuk Matematika, yang semakin lama semakin sulit. Tidak ada lagi mata pelajaran PPKn alias Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Di SMP, lebih dikenal sebagai Kewarganegaraan. IPA dan IPS pun tidak ada. IPA dipecah menjadi Fisika dan Biologi. Sementara IPS menjadi Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.

Pak Silaban--selaku kepala sekolah--dulu pernah berkata saat SMA nanti, akan ada mata pelajaran baru. IPA dipecah lagi menjadi tiga mata pelajaran, yaitu Biologi, Fisika, dan Kimia. IPS lalu dipecah menjadi lima mata pelajaran. Ada Sejarah, Geografi, Akuntansi, dan Sosiologi. Kesulitannya pun bertambah menjadi tiga kali lebih sulit. 

Saat itu, tahun lalu--kurasa, Pak Silaban juga masih menjadi guru Geografi, beliau pernah berkata begini, “Geografi murid SLTP belum ada apa-apa daripada Geografi murid SLTA. Nanti di tingkat SLTA, ada banyak hitung-hitungannya. Ada menghitung angka kelahiran, menghitung suhu di suatu daerah, atau hitung-hitungannya akan digunakan dalam memprediksi suatu bencana alam.”

Oh iya, Pak Silaban masih menggunakan istilah lama--saat aku masih SD dulu. Dulu, lebih dikenal istilah SLTA daripada SMA. SLTA singkatan dari sekolah lanjutan tingkat atas. Sementara SMA merupakan singkatan dari sekolah menengah atas. Beberapa tahun yang lalu, seingat aku, ada istilah SMEA alias sekolah menengah ekonomi atas. Sekarang, menurut pengakuan Pak Silaban saat itu, sudah tidak ada. Hanya ada SMK--atau sekolah menengah kejuruan. 

Aku coba mengintip lagi jadwal mata pelajaran di sekolah. Besok aku harus membawa buku-buku apa saja. 

 

 

Hari senin

07.00 - 07.45 Fisika

07.45 - 09.00 Fisika

09.00 - 09.30 Istirahat

09.30 - 10.15 Matematika

10.15 - 11.15 Matematika

11.15 - 12.00 Geografi

Hari selasa

07.00 - 07.45 Komputer

07.45 - 09.00 Komputer 

09.00 - 09.30 Istirahat

09.30 - 10.15 Sejarah

10.15 - 11.15 Sejarah

11.15 - 12.00 Bahasa Indonesia

Hari rabu

07.00 - 07.45 Biologi

Lihat selengkapnya