2000 In Memoriam

Nuel Lubis
Chapter #52

Dituduh Menggunakan Narkoba

Sekarang hari sabtu. Tadi aku pulang sedikit lebih awal dari jadwal semula. Sudah tiba di rumah di sekitar jam 10.32; padahal dari sekolah, aku keluar di jam sembilan tepat. Saat aku pulang, mobil Volkswagen Kapsul itu sudah datang untuk membawa adikku ke sekolahnya yang berada di Jalan Daan Mogot, Tangerang. Selain itu, ternyata kedua orangtua aku sedang tidak ada di rumah. Tadi Mbak Roh bilang, mereka mengunjungi pernikahan saudara. 

“Yah, Noel kan lebih tahu dari Mbak,” ujar Mbak Roh nyengir. “Siapa yang nikah, Noel lebih tahu. Mbak nggak dikasih tahu siapa. Bapak sama Ibu bilang, ada saudara yang nikah. Begitu.”

Aku lalu mengangguk. 

Kali ini aku sedang di depan komputer. Kembali aku bermain The Sims. Aku mempraktikkan cheat yang Kak Irma beritahukan saat itu. Dengan begitu character yang aku mainkan--yang bernama Dennis Hasselbaink--bisa memiliki uang yang tidak habis-habis. Di permainan The Sims ini, jika kekurangan uang, lambat laun character yang kita mainkan akan dalam masalah. Lambat laun, ujung-ujungnya character itu mati. Yang sudah tiga kali character yang ciptakan itu mati karena persoalan uang. Lelah juga, jika harus membuat character baru. Makanya lebih baik menggunakan cheat saja. 

Character Dennis Hasselbaink ini saja baru kuciptakan hari ini. Aku buat dia berkulit gelap. Persis seperti idolaku, Jimmy Floyd Hasselbaink. Jimmy Floyd Hasselbaink itu penyerang klub Chelsea. Beberapa kali aku menonton pertandingan-pertandingan Chelsea yang ditayangkan di televisi, beberapa kali itu pula aku terkesan. Aku cukup terkesima dengan kerjasama apik antara Jimmy Floyd Hasselbaink dan Gianfranco Zola. Zola yang menyuplai bola. Yang untuk diolah menjadi gol oleh Hasselbaink. Bagiku duo Zola-Hasselbaink itu jauh lebih keren daripada duo Ruud van Nistelrooy dan Andy Cole di Manchester United. 

Eh, omong-omong tentang Jimmy Floyd Hasselbaink, dia ini pemain berkewarganegaraan Belanda. Beberapa hari lalu, aku mendengar kabar dari Yosua. Tim nasional Belanda gagal lolos ke Piala Dunia 2002 yang diselenggarakan di Jepang dan Korea Selatan. Belanda langsung tersingkir setelah hanya berada di peringkat ketiga. Kalau saing dari Portugal dan Republik Irlandia. Yang aku dengar seperti itu saat Yosua, Alfa, dan lainnya sedang membicarakan tentang sepak bola tadi--sebelum aku tiba di rumah. 

Sayang sekali Belanda gagal lolos. Padahal selain Brasil, aku selalu mendukung tim nasional Belanda. Aku selalu menyukai permainan beberapa pemain Belanda seperti Edgar Davids, Clarence Seedorf, Patrick Kluivert, hingga Jaap Stam. Terutama Jaap Stam, yang sebelum pindah ke Lazio. Bek Belanda itu sangat luar biasa permainannya saat masih bermain untuk Manchester United. 

Mungkin nanti aku akan mendukung Brasil saja. Ronaldo ikut dipanggil oleh pelatih Brasil yang bernama Luiz Felipe Scolari. Ada Rivaldo juga, yang ikut dipanggil. Wah, ini dia yang aku tunggu. Duet antara Ronaldo dan Rivaldo. Lebih bagus lagi jika Romario dipanggil juga. 

Oke, kembali ke The Sims. Aku berhasil mempraktikkan kode cheat tersebut. Langsung banyak uang yang dimiliki Dennis Hasselbaink ini. Ada sekitar 10.000.000. Bisa aku gunakan untuk membeli beberapa perabotan. Si Dennis Hasselbaink ini pun bisa berdandan hingga… percaya atau tidak, rumah Dennis langsung didatangi oleh perempuan-perempuan cantik. Mereka ingin berkenalan lebih lanjut dengan Dennis Hasselbaink yang berkulit gelap. 

Jika uangnya habis, aku tinggal mengetikkan kode cheat tersebut. Untuk menambah uang, ketik ‘rosebud'. Begitu terus, hingga tanpa terasa bermain The Sims menjadi jauh lebih menyenangkan. Tidak hanya untuk menambah uang, ada pula kode cheat untuk hal-hal lainnya. Hanya saja kode cheat ‘rosebud' itu yang kuingat. Bagiku, permasalahan uang jauh lebih gawat selama bermain The Sims. Tak ada uang, runyam urusannya. Bahkan pernah character sebelumnya ditinggal pergi kekasihnya hanya karena bokek. 

Ha-ha-ha. Aku tertawa sendiri di depan layar komputer ini. 

Eh, cinta, yah? 

Aku keluar dulu dari jendela The Sims. Kunyalakan internet yang ada di rumah. Aku langsung membuka Yahoo dan mengetikkan ‘ciri-ciri orang yang sudah akil baligh'. Langsung keluar hasil pencariannya. Aku pilih salah satu artikel yang direkomendasikan Yahoo. 

Berikut ini ciri-cirinya. 

Aku lalu mulai memperhatikan apa yang berada di tubuhku. Namun, perlahan-lahan aku mengunci terlebih dahulu pintu ruang tengah. Setelah itu, yang setelah memastikan aman, aku mengintip ke balik celana pendek berwarna coklat tua yang belum aku ganti. Artikel tadi benar. Ukuran alat kemaluan aku sedikit mengalami perkembangan. Lebih besar dari sebelumnya. Aku pun, setelah kuingat-ingat, mengalami bau badan. Bau badan aku--sejak masuk SMP Marius--lebih bau dari sebelumnya. Lalu, aku mulai meraba-raba kedua tungkai kaki. Ada bulu-bulu kecil yang mulai tumbuh. Terakhir, aku coba memahami apa maksudnya mimpi basah tersebut. 

Sekonyong-konyong pintu ruang tengah diketuk. Terdengar suara Mbak Roh yang berseru dari balik pintu. 

“Noel, kamu di dalam ngapain coba? Nggak lagi make narkoba, kan?”

Aku langsung terkesiap. Apa-apaan sih, keluhku kesal dalam hati. Kenapa Mbak Roh bisa berpikir aku menggunakan narkoba? 

Lihat selengkapnya