2000 In Memoriam

Nuel Lubis
Chapter #54

Lamunan sebelum Tidur

Kamis, kehujanan, lalu jatuh sakit. Jumat, kali pertama aku tidak masuk ke sekolah. Dalam surat yang ditujukan ke wali kelas 1-1, Mama meminta izin agar aku--Noel Irawan--diizinkan untuk tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar selama tiga hari. Itu terhitung sejak hari jumat yang sudah berlalu. Aku mendapatkan jatah selama liburan selama tiga hari, yang dari hari jumat, sabru, hingga hari senin. Hari minggu tidak diperhitungkan. Sebab, kita pasti libur di hari minggu. 

Akan tetapi, Mama bilang besok selasa aku tetap libur. Apalagi Dokter Laurent pun sudah membuatkan surat izin tidak masuk ke sekolah. Lagi-lagi, aku diliburkan selama tiga hari lagi. Hari selasa, rabu, dan kamis. Wah, enak sekali, tuh! 

Kalau aku ingat lagi kejadian-kejadian yang sudah berlalu, coba mengingat hari-hari aku sebagai murid SMP di SMP Marius, aku belum pernah tidak pergi ke sekolah, selain di hari minggu dan hari-hari libur sekolah menurut kalender sekolah. Aku bisa dikatakan sebagai murid teladan. Yang masuk sekolah terus menerus. 

Sekonyong-konyong aku teringat dengan kata-kata Sandi Malau tahun lalu. Semoga aku tidak salah, tapi Sandi Malau pernah memgatakannya saat bulan Ramadhan tahun lalu. Beberapa hari setelah libur awal bulan Ramadhan. 

“Kerajinan lu, Noel. Sekali-kali bolos, kenapa? Dikasih duit gitu, main kenapa, yang entah ke mana? Lagian, lu punya kesehatan, bagus banget yang gue lihat. Jarang banget sakit."

Kurang lebih Sandi Malau berkata seperti itu. Saat itu, aku hanya terkekeh-kekeh dan kembali membaca beberapa teks bacaan yang ada di buku paket Indonesia. 

Lihat selengkapnya