Tujuh tahun kemudian di dalam sebuah bus umum trayek Kebon Nanas, Tangerang - Senen, Jakarta,
“Nggak keterima gue di sana, Bro. Mungkin kalau lu, gue yakin bisa. Kenapa waktu itu lu nggak coba tes masuk di sana?”
“Masih nyaman aja di Marius.”
“Banyak yang pindah, yah, Yos?! Teman-teman kita di SD, banyak yang pindah sekolah.”
“Si Willy jadi ke Kalimantan?” tanya Yosua mengernyitkan dahi.
"Pindah dia bareng dua adik kembarnya. Satu keluarga pindah ke Kalimantan. Katanya, bokapnya dimutasi ke sana.”
“Mutasi apaan, sih?"
“Dipindahkan, Noel, artinya. Eh, langsung ke lapangan, teman-teman. Tadi dengar, kan?"
Aku tersentak. Ternyata tanpa sadar aku tertidur. Selalu begini kapan pun aku naik bus umum. Begitu mendapatkan bangku, apalagi duduk di dekat jendela, selalu saja tertidur.
“Ngantuk, Dek?” tanya kondektur bus yang berkumis dan sepertinya dia sudah berusia di atas empat puluh. Terlihat dari kerutan-kerutan di wajahnya.
Aku terkekeh-kekeh dan mengeluarkan uang yang sudah aku taruh di saku celana jins. Sebesar Rp 3500. Langsung uang pas saja.
“Tidur lagi aja, Dek,” ucap si kondektur tersenyum. “Nanti saya jagain dari copet-copet.”
Aku tertawa kecil. Bisa saja si kondektur berbicara kepada aku. Aku baru sadar di sebelah aku duduklah seorang pria tua yang lebih tua dari ayah kandung aku. Ia mengenakan kemeja safari berwarna coklat cerah. Saat aku melihat ke arah dirinya, ia tersenyum.
“Mahasiswa?” tanya si pria tua yang mengenakan kacamata juga.
Aku hanya mengangguk. Kelihatannya aku masih mengantuk. Kedua mata ini masih berat dan ingin sekali terpejam.
“Saya dosen, di salah satu kampus swasta di daerah Jakarta Barat,” kata si pria tua, yang entah mengapa mengucapkannya, padahal aku tak bertanya apakah dia dosen atau tidak.
Lalu aku mengernyitkan dahi. Kedua mataku terpicing-picing. Aku memang kurang begitu mengenal si pria tua. Ini kali pertama aku berjumpa dengan si pria tua. Namun, wajah si pria tua, menurutku, cukup familier. Aku mendadak seperti diingatkan dengan wajah seseorang yang pernah aku lihat. Teringat akan masa lalu aku.