Blurb
Aku punya tiga ayah.
Dan tidak satu pun dari mereka adalah ayah kandungku.
Di rumah kecil yang selalu hangat saat senja,
aku tumbuh di antara tiga laki-laki
yang memilih tinggal tidak jauh dari kami,
seolah-olah jarak hanyalah cara lain untuk tetap menjaga.
Yang satu terlalu santai,
yang satu terlalu tegas,
dan yang satu. . . tidak banyak bicara, tapi selalu ada.
Mereka bukan suami yang sempurna saat bersama ibuku.
Tapi entah kenapa, mereka selalu menjadi ayah yang baik untukku.
Mereka berisik, aneh, dan kadang terlalu ikut campur.
Tapi mereka selalu tahu kapan harus datang,
bahkan sebelum aku sempat meminta.
Sampai suatu hari,
ibuku mulai lupa.
Lupa nama,
lupa wajah,
lupa. . . bahwa aku adalah anaknya.
Dan di antara semua keheningann itu,
aku mulai bertanya
sebenarnya, keluarga itu apa?
Tentang darah?
Atau tentang siapa yang tetap tinggal,
bahkan saat semuanya mulai memudar?