Aku Naura Kastila.
Sebenarnya, ada nama Pamungkas di belakang namaku. Tapi aku benci nama itu.
Yang jelas, aku anaknya Ibu Cita, ibu paling cantik di dunia. Sayangnya, dia juga gila kerja.
Mau tahu bagian paling kerennya?Ibuku berhasil bikin tiga mantan suaminya yang keren-keren itu gagal move on.
Bonusnya, aku jadi punya tiga ayah sekaligus. Dan anehnya… mereka semua tetap baik dan jadi Ayah untukku.
Pagi ini, aku harus berangkat kuliah. Skripsiku masih nggak kelar-kelar. Aku duduk di meja balkon kamar, ngaduk teh yang sudah dingin sambil nunggu ibu selesai siap-siap berangkat kerja.
Dan seperti biasa, rutinitas tambahan mulai terdengar, suara ribut yang datang dari luar.
“Kenapa kamu parkir di situ? Itu jalur keluar.”
“Lah kosong.”
“Kosong bukan berarti boleh. Saya mau lewat.”
“Aduh, kamu ini ya…”
Aku nengok ke bawah.
Lengkap. Tiga-tiganya.
“Pagi-pagi udah rapat RT aja,” gumamku.
Aku buru-buru turun dan buka pintu.
“Selamat pagi, bapak-bapak tidak diundang.”
Mereka cuma ketawa receh.
“Ini diskusi penting, Nau,” kata Mr. Lucas santai sambil turun dari mobil, kopi di tangan.
Koh Liam?
Seperti biasa, hanya diam.
Tapi di tangannya sudah ada plastik makanan.
Aku melirik.
“…buat aku, Pah?”
Dia nggak jawab, cuma ngasih.
Aku ambil.
“Yaudah, makasih ya papahku yang irit ngomong.”
Mr. Lucas ketawa.