32 HAL TENTANG KAMU

IGN Indra
Chapter #3

ALASAN PERTAMA, TERPAKSA

Alasan ke-1: Gue suka cara lo natap gue. Gue kayak kecoa terbang yang pantes dimusnahin.


Otak teman-temanku ini kadang-kadang isinya cuma tiga, gitar, gorengan, sama ide-ide bodoh. Hari ini, mereka sedang pakai yang ketiga, dan seperti biasa, aku jadi tumbalnya.

Kami sedang duduk di tempat biasa, warung langganan, belakang sekolah tempat udara penuh aroma kopi instan dan penyesalan karena belum mengerjakan PR. 

Saat ini aku sedang bengong, memperhatikan ibu warung yang sedang mengulek sambal. Gerakannya monoton, tangannya naik turun dengan tempo yang sama, tanpa henti. Aku kemudian mengeluarkan dan membuka ponsel, mengetik di aplikasi catatan. Ibu warung. Tangannya mengulek sambal. Seperti sedang menghukum kenangan.

"Woi, Rel! Bengong lagi!" Ojan menepuk bahuku, ponselku hampir jatuh. "Ngetik apaan sih lo? Serius amat."

Aku buru-buru mengunci layar. "Ngetik pesanan ke malaikat. Siapa tahu dapet nyawa cadangan, kayaknya hari ini bakal butuh," jawabku asal.

Ojan, biang keladinya, biang onar sejati, ia baru saja mengeluarkan kartu remi yang sudah lecek, jenuh dikocok setiap hari, lagipula kartu itu sudah melihat lebih banyak kekalahan daripada tim sepak bola sekolah kami.

"Gue punya permainan baru," kata Ojan sambil mengocok kartunya. Senyumnya lebar. Biasanya itu pertanda buruk.

"Kalau mainnya pake mikir, gue enggak ikut," kataku sambil menyeruput es teh. Tenagaku terbatas, jadi lebih baik dipakai untuk hal-hal yang penting saja.  Contohnya, bernapas.

Lihat selengkapnya