Blurb
Rosalianisa, sebuah nama yang terlalu cantik untuk wabah penyakit yang mengambil kesadaran otak dan membuat korban menjadi layaknya mayat hidup. Tidak ada satu pun obat atau penawar untuknya. Jika pun ada hanya satu, obat dari segala obat, yaitu darah dari 4 Mata Angin.
Kalau memang hanya obat ini yang dapat menyelamatkan seluruh desanya, Thomas akan mengorbankan jiwa dan raga yang ia punya untuk mencarinya. Pemuda yang bahkan tidak bisa menggunakan senjata ini pergi dengan segala keyakinan yang ia punya bahwa dirinya dapat menemukan obat tersebut.
"Aku akan menjadi budakmu," ucapnya penuh keyakinan.
Apakah yang akan menunggunya di depan sana? Sebuah penderitaan, penolakan atau mungkin ... kematian. Yang jelas, Thomas tidak peduli dengan semua itu. Yang ia pedulikan hanya satu, bagaimanapun caranya ia harus menemukan darah dari keempat Mata Angin dan menyembuhkan Mama tersayangnya.