Randy meninggal?
Leon yang mengambil alih kemudi, sementara Dion yang duduk di sampingnya dan Raina di jok belakang sama-sama terdiam. Membuat susana di dalam mobil bukan hanya semakin menyedihkan tetapi juga membuat tak nyaman.
Sebagai orang yang pernah kehilangan, Leon tidak tahu apakah perasaan yang Raina rasakan sama seperti perasaannya dahulu. Yang jelas, gadis itu pastilah terpukul.
Sambil membuka akun media sosial Randy, yang mana belum ada pengumuman apa-apa di sana, untuk pertam akalinya Raina merasa kehilangan. Terlebih dialah yang meminta Randy pergi. Dia yang mengabaikannya. Dia yang tidak mengampuninya.
“Kenapa?” katanya lirih. “Kenapa, Tuhan? Aku mohon jangan ambil Randy. Aku sudah maafin dia kok, Tuhan.”
“Ini bukan salahmu, Rain!” sahut Dion. “Kita semua bahkan sudah tahu kalau saat ini bagaimanapun juga bakal tiba. Cepat atau lambat.”
Raina menggeleng, lalu menopang kepalanya dengan kedua tangan. “Aku harusnya memaafkan dia. Ini bahkan belum genap empat puluh hari. Dia pasti pergi gara-gara aku.”
“Rain?”
“Yang, aku harus bagaimana? Randy meninggal gara-gara aku.”
Tidak ada yang bisa membendung kesedihan Raina. Seolah diamini semesta, hujan datang secara tiba-tiba, membuat segalanya bertambah sendu. Beruntung, Dion menyimpan payung di dalam mobil sehingga gadis itu bisa langsung masuk ke rumah sakit begitu tiba, tanpa harus basah-basahan.
Raina disambut oleh pelukan Ibunya. “Kamu ke mana saja, Raina?”
“Ibu ..., Randy ....”
“Iya. Iya. Jangan nangis ya.” Rindu mengusap wajah basah anaknya dengan tangan. “Kamu mau ketemu papamu?”
Raina mengangguk. “Boleh?”
“Tapi jangan nangis ya. Dia nanti sedih. Kondisinya belum stabil.”
“Hah?” Mata Raina membulat. “Bukannya dia sudah meninggal?”
*_*
Garis lurus dan suara nyaring mesin perekam detak jantung terdengar dari ranjang Randy. Seorang perawat bergegas memanggil dokter dan melakukan penanganan.
Yang mana di luar, keluarga pasien di kumpulkan.
“Kami mohon maaf, Bapak, Ibu tetapi jantung Mas Randy ....”
Di saat itulah Maria yang baru tiba seketika menghentikan langkah. Dia berbalik, berlari dan mengabari Dion.