4in1: Empat Duda, Satu Perjaka

Bobby Mahmud
Chapter #8

BAB 6 — LAKI-LAKI BARU DI KEHIDUPAN RATNA

Beberapa hari setelah malam yang dipenuhi rasa penasaran tentang masa lalu Fadillah, kehidupan kelima sahabat itu kembali berjalan seperti biasa—atau setidaknya begitu yang mereka kira, sebelum satu pesan singkat mengubah suasana hati Faiz secara drastis.

Sore itu, seperti biasa, Faiz menjemput Alea dari sekolah untuk menghabiskan waktu akhir pekan bersama, sesuai jadwal yang sudah disepakati dengan Ratna. Tapi kali ini, ada yang berbeda. Ketika Faiz sampai di depan rumah, bukan hanya Ratna dan Alea yang menyambutnya di teras, melainkan ada seorang laki-laki asing berdiri di samping Ratna, tersenyum ramah seolah sudah terbiasa berada di tempat itu.

"Faiz, kenalin," Ratna berkata dengan nada yang berusaha terdengar santai, "ini Andra. Temen kantor."

Faiz mengangguk kaku, mengulurkan tangan untuk berjabat. "Faiz."

"Andra," lelaki itu membalas jabatan tangan dengan senyum yang, entah kenapa, terasa terlalu ramah di mata Faiz. "Udah sering denger cerita soal Mas Faiz dari Alea. Katanya Ayahnya baik banget."

Faiz hanya tersenyum tipis, tidak tahu harus merespons apa. Alea, yang tidak menyadari ketegangan kecil di antara orang-orang dewasa di sekitarnya, langsung berlari memeluk kaki Faiz dengan girang, membuat suasana sedikit mencair.

"Ayah! Kita jadi makan bakso kan hari ini?" tanya Alea, matanya berbinar penuh semangat.

"Jadi dong," Faiz mengangkat Alea, menggendongnya sebentar sebelum menurunkannya lagi. "Ayo, pamit dulu sama Mama."

Sepanjang perjalanan menuju warung bakso langganan mereka, pikiran Faiz terus melayang ke sosok Andra yang baru saja dia temui. Bukan karena dia masih berharap kembali bersama Ratna—perceraian mereka sudah final dan Faiz sendiri sudah berusaha ikhlas menerimanya—tapi ada perasaan aneh yang sulit dia jelaskan, campuran antara cemburu yang tidak masuk akal dan ketakutan akan posisi barunya sebagai "ayah dari kejauhan" yang mungkin akan semakin jauh kalau ada laki-laki lain masuk ke kehidupan Alea sehari-hari.

"Ayah kenapa diem aja?" tanya Alea di tengah makan bakso, memecah lamunan Faiz.

"Nggak apa-apa, sayang," Faiz tersenyum, mencoba menutupi kegelisahannya. "Ayah cuma lagi mikirin kerjaan."

Malam harinya di warung Bang Udin, Faiz bercerita dengan nada yang jauh lebih murung dari biasanya, membuat Hendra yang biasanya paling cerewet justru mendengarkan dengan serius.

"Jadi ada cowok baru di rumah Ratna?" tanya Hendra, mengulang cerita Faiz untuk memastikan dia mendengar dengan benar.

"Iya," Faiz mengangguk, menyeruput kopinya yang untuk sekali ini tidak sempat dingin karena langsung diminum begitu datang. "Namanya Andra. Temen kantor Ratna, katanya."

Lihat selengkapnya