Chapter 3
Meja Kami
Langkah kakiku sedikit terhenti. Berdiri mematung menoleh ke arah dari mana kami datang. Tak juga diberi kesempatan lebih untuk waktu tolehanku yang entah kenapa tarikan tangannya lebih kuat pada lenganku. Menarik menuju lobby kantor kami yang terbuka, luas tak terkira. Siapa mengira juga hal seperti itu, bagi yang terbiasa tentulah tak menggerakkan asa.
Senyum binar sapa menangkup telapak dari balik meja panjang dibawah tulisan besar, nama perusahaan. Sang gadis mengangguk membalas, demikian pula aku, melepas pegangannya padaku, menggeser arah kaki ke ruang logam kecil yang membuka itu, berbareng dengan gadis jelita, sang piawai merundukkan kata menebar kepercayaan perusahaan.
Sapalah aku wahai para lelita, melangkah nian kami ke selasar, menebar senyum membalas anggukan orang-orang yang kami lewati. Langkah penuh langkah dengan rona dagu tegak melawan dunia. Gadis disampingku ini memang juaranya. Derap kaki yang anggun dan tegas, rona yang cantik, mata memandang rapi setiap jengkalnya, seperti elang menilai siapa mangsa satu siapa mangsa dua.