"Penampilan yang bagus ya sayang? "
Perkataan mama membuatku sadar dari lamunanku, aku menghapus air mataku.
"Um..iya ma, sangat bagus"
Sebentar lagi Alexa akan tampil, perasaan campur aduk tadi benar benar sangat nyata, apa hanya wajahnya ya yang sama? Tapi di ponselku juga ada namanya Morika.
Pertunjukannya selesai, mata kami bertemu, dia mengenalku? Benar?
Wajah yang diatas panggung tersebut mengatakan sesuatu. Dia mengucapkan kata dengan satu persatu tapi jelas.
"Hai Al-te-ra, se-mo-ga kau su-ka" Setelah itu ia tersenyum dan kembali ke belakang panggung.
Altera terkejut dengan apa yang ia lihat
"Dia mengenal ku?"
Altera memandangi kedua orang tuanya, tak ada yang menyadarinya.
Tiba kontestan selanjutnya, giliran Alexa. Alexa sangat anggun, tubuh tingginya menjadi penopang sangat indah, rambut yang dipanggil menambah keren dewasa, tapi tak menghilangkan usianya yang masih muda, Alexa memberi hormat pada tamu dan juri, lalu ia mulai memainkan pianonya.
Indah, dan alunan melodinya benar benar selaras, awalnya aku berpikir kalau Alexa bakal cocok dengan basket atau olahraga semacamnya karena tubuhnya benar benar mendukung. Tapi aku salah dia malah lebih cocok dengan keanggunan dan alat musik ya g besar itu.
Pertunjukan berakhir dengan sempurna, keputusan akhir dari juri sudah mutlak dan tidak dapat di ganggu gugat.
Juara ketiga diraih oleh Kalila dari sekolah XX, juara kedua diraih oleh Alexa dan juara yang ditunggu diraih oleh Morika.
Aku terkejut mendengar nama itu, ternyata dia bukan hanya nama yang sama di sana tapi disini juga dan..berarti yang mengirim pesan itu juga dia?.
Wajah Alexa tersenyum bahagia. Begitu juga dengan kemenangan lainnya.
Pertunjukkan selesai dan Altera menghampiri Alexa.
"Alexa!"
Alexa berbalik badan dan melihat Altera yang berjalan.
"Yaampun Altera, lo udah bisa jalan? Syukur lah gue seneng, aaa....akhirnya sahabat gue bisa jalan lagi" Alexa memeluk Altera dengan erat erat.
"Selama ya Alexa, kau juara 2, oh iya ini ada hadiah buat kamu" Altera mengeluarkan bingkisan dan memberikannya ke Alexa.
"Gue liat lo bisa jalan aja itu udah jadi kebahagiaan gue, dan sekarang lo beri hadiah lagi, gue jadi merasa nambah nambah bahagia." Alexa menerima bingkisannya dan memegang tangan Altera.
"Om, tante, tadi mami ada bilang kalau mami ingin bicara dengan kalian di sana. "
Alexa menunjukkan tempat yang jauh dari lokasinya berada.
"Kalau begitu om pergi dulu ya kesana, ayo ma! " Mereka pergi dan hanya Alexa dan Altera.