Setelah pertemuan yang seperti reunian, mereka pun menyudahi semuanya dan keluar untuk upacara.
Altera tak bisa mengikuti upacara bendera hari ini. Ia dibawa Alexa duduk di tempat duduk tepat di bawah pohon mangga.
"Lo disini aja, jangan ikutan upacara yaa" Alexa seperti mengasuh anak saja, setelah itu ia pergi meninggalkan Altera.
"Al, gak ikutan?" Tanya temannya yang lain.
" Maaf aku gak bisa ikutan, aku belum bisa berdiri lama lama."
"Ooh gitu, oke kami kesana ya." Mereka juga ikut pergi.
"Enak ya kalau sakit, gak bisa upacara" Ucap teman yang baru saja melewatinya tadi.
"Syutt" Sementara teman satunya nyikut pinggangnya.
Aku dapat mendengar kali, jadi untuk apa ditegur.
Altera memainkan kedua kakinya dengan perlahan lahan. Ia melamun sebentar. Lalu ia melihat sepasang sepatu berdiri di depannya. Altera mendongakan kepalanya, ia melihat wajah yang tak asing sedang tersenyum.
"Hai, kita jumpa lagi, senang rasanya liat kamu masuk sekolah lagi, aku kira kita tak akan ketemu beberapa hari ke depan."
"Mo Morika?" Altera tak menyangkal sosok yang ada didepannya.
"Em..hai, kau ingat aku ternyata"
"K kau.." Suara bel berbunyi tanda upacara akan dimulai.
"Aku pergi dulu ya...sampai jumpa nanti"
Altera masih tak menyangka Morika ada disini.
"Oh iya, aku selalu berharap selama ini untuk kebahagiaanmu Altera untuk terhindar dari masalah Arumi" Morika sempat berhenti dan ia kembali melanjutkan jalannya.
Dada Altera menghangat.
"Iya dialah Morika yang selama ini aku kenal, dia Morika yangselalu menjadi tempatku bersandar" Altera mengepal tangannya tepat di dadanya, ia melihat Morika berjalan kearah barusan siswa lainnya.