Altera baru saja keluar dari ruang guru, ia melihat ada Hans tak jauh darinya.
"Hans!" Altera memanggilnya. Hans menghentikan langkahnya.
"Oh hai kawan, ada apa?" Hans menyambut Altera dengan baik.
"Karena ketua kelas tak ada, ibu Erika memintaku untuk menunjukmu menjadi ketua kelas sementara, dan ini tugasmu" Tanpa basa-basi Altera memberi sebuah buku agenda.
"Apa ini?" Hans membuka buku itu dan membacanya.
"Itu agenda yang harus dilakukan oleh ketua, apalagi ini sangat dadakan, kau harus bisa melakukannya."
"Tapi..aku gak mau jadi ketua kelas, liat tuh banyak cowok cowok tapi kenapa aku yang dipilih?" Hans merasa bingung karena ia juga anak baru pastinya ia tak mengenal lingkungan sekolah dengan baik.
"Tenanglah bukan cuma kau aja yang jadi korban disini, aku pun korbannya." Ternyata Altera pun ikut kena.
"Kau? Jadi wakil?" Hans terlihat antusias.
"Bukan, aku jadi sekretaris." Seketika suara Hans sangat pecah.
"Hahaha, haduh gimana bisa kau dapat posisi itu? Bukannya itu milik Ayuna?" Hans melirik ke arah dimana kelas mereka berada.
"Huh, biarlah lagipula percuma" Mereka berjalan masuk kelas.
Keputusan dari wali kelas tetap harus dilaksanakan, belum lagi akan ada acara di sekolah. Setiap kelas harus mempersiapkan rencana baik itu pengurus kelas. Mereka pun mengadakan rapat.
"Baik anak-anak, kita harusn mengumpulkan ide ide dari kalian" Kata salah satu guru yang menjadi pengawas dalam penyelenggaraan acara sekolah.
Semua ide dari teman teman dan kakak tingkat, semua dijadikan satu. Sudah terkumpul terbacalah ide tentang "Pesta Barat". Ide ini ternyata membuat siswa melakukan acara dan berpakaian seperti kehidupan orang orang di bagian barat. Semuanya sibuk dan tetap melanjutkan tugas mereka.
Mereka membuat pakaian mereka sendiri dengan menyalurkan beberapa pendapat. Hal yang peling di benci oleh Altera adalah kemunculan Ayuna.