6 Pintu Rumah

Lilyandra
Chapter #17

Dibalik Semuanya

Keluarga ini sudah lengkap dan sudah sangat tenang, tak ada raut wajah yang khawatir. Malam yang indah dan tenang Malam itu Altera kembali ke kamarnya di lantai kedua. Ia ditemani Rata, mereka duduk di balkon kamarnya.

“Al, maafkan aku yang tak becus mencari pelakunya” wajahnya benar benar murung.

“Kakak masih memikirkan itu semua ya? Tenanglah kak, kakak sudah melakukan yang terbaik kok” Aku benar benar sangat bangga padanya.

“Al, disini aja ya, jangan pergi, kakak gak mau kau pergi jauh lagi, disini adalah rumahmu yang sesungguhnya Al, disana bukan rumahmu Al” Al terkejut dnegan apa yang dikatakan Rata.

Ia melihat ekspresi kakaknya yang sendu dibalik ringkuhan kakinya.

“Apa maksud kakak?”

“Ini rumahmu Al, kau disana tidak bahagia kan? Disinilah rumahmu, mama dan papamu yang sesungguhnya, kehidupan disana bukan milikmu, inilah milikmu sayang bukan disana” Altera mampu melihat air mata yang berlinang di matanya Rata.

“Jadi disana bukan tempatku? Aku tak seharusnya merasakan hal meneydihkan itu? Tak seharusnya aku merasakan luka itu? Apa itu yang kakak maksud?” Kedua mata Altera dibendungi air mata yang siap untuk jatuh.

“Iya Al, disini lah rumahmu sayang, bukan disana, disinilah semuanya, aku menjemputmu dari tempat kelam itu, bukan hanya kabur tapi menjemputmu Al, jangan pergi lagi Al, kalau kau mau pergi kemanapun akan aku cari dan akan aku bawa kau pulang, itu janjiku” Rata mengubah posisinya.

Altera menunduk dan air matanya jatuh.

"Aku melihatmu bagaimana kau diperlakukan tak baik, kau selalu diremehkan, aku sangat sedih dan ingin marah, tapi aku tak bisa lakuin itu semua, semuanya terbatas, aku memang tidak bisa membawamu pergi dari sana. Tapi aku tidak ingin kau merasakan sakit itu lagi"

Bagaimana aku bisa bilang disana bukan duniaku kak? Aku tak tau apa yang kau pikirkan tapi kurasa kau salah aku bukan dari sini aku orang yang berasal dari dunia lain, aku merasakan kasih sayang yang nyata disana biarpun hanya beberapa orang, tapi bolehkan aku berharap kalau yang aku dengar ini benar?

Altera sangat bingung, daia berasal dari mana? Kenapa Rata tau. Ia pun melihat Rata.

“Aku mengetahuinya dari seorang nenek, ia datang padaku dan berkata untuk menjemput adikku sendiri, karena dia sudah sangat berjuang melawan segalanya disana, ia bilang tak bisa menunda lebih lama lagi, nenek itu sangat aneh, dan entah kenapa aku menuruti apa maunya”

Apakah ini akan menjadi rahasia kedua saudara ini?

Dada Altera menghangat “Nenek”

Aku ingin menyangkalnya, aku tak bisa menerima penjelasnnya, aku saja snagat bingung bagaimana bisa aku berada disini dan bisa saja nanti aku kaan terbangun kan?

Namun percakapan itu akhirnya usai, tak ada yang melanjutkan pembicaraan. Altera melamun disudut kamarnya, sudut kamar yang selalu menemaninya saat ia merasa sendiri, sudut ruangan yang mampu menemaninya setiap saat.

Pagi pulai menyingsing, Altera memasang wajah yang sangat baik, ia memperlihatkan bahwa ia tak mengalami apapun, sangat hebat. Pagi ini Altera gak sendirian, dia pergi bersama Burata.

Lihat selengkapnya