Sembilan

ken fauzy
Chapter #7

TUGAS PERTAMA

Siwon telah melintasi lapangan.

Pak Binsar sudah berada di atas motornya saat Siwon datang menyapanya, “Selamat siang Pak.” Pak Binsar menoleh, “Eh, kau, Siwon…ya selamat siang, ada apa?” Siwon terdiam menundukkan kepala, ia sedang menunggu – nunggu roh gelisah Pak Binsar muncul. Kok ga muncul - muncul ya, Siwon bertanya - tanya dalam hati.

Melihat Siwon berdiri diam begitu di depan motornya, membuat Pak Binsar mengernyitkan dahinya. “Won, lo kenapa jadi bengong? Tuh Pak Binsar nanya ada apa,” bisik Ryu seraya menyikut pinggangnya. Siwon mengangkat tangannya memberi tanda agar Ryu diam. Ryu dan Pak Binsar saling pandang tak mengerti. 

Siwon tiba – tiba merasa pening yag menyengat, ia memegangi kepalanya, pandangan matanya mulai berkunang - kunang. “Lo kenapa Won?” tanya Ryu. Siwon mendongak dan menatap langsung pada Pak Binsar. Tampak Pak Binsar sedang menatap balik dirinya dengan wajah yang pucat pasi. Siwon terlonjak kaget tapi hatinya senang, Nah, ini dia akhirnya muncul juga.

“Kau betul bisa melihatku?” tanya roh gelisah Pak Binsar itu.

Siwon mengangguk, “A, apa yang harus aku lakukan?”

Ryu dan Pak Binsar semakin aneh saja melihat Siwon bicara sendiri dengan tatapan matanya yang kosong itu. “Hentikan aku dari mengendarai motor ini, karena di jalan pulang akan ada pohon rubuh yang menimpaku, bawa aku melalui jalan yang berbeda,” jelas roh gelisah Pak Binsar itu dengan lirih. Siwon menelan ludah dan mengangguk, meski dalam hatinya bertanya – tanya, waduh gimana caranya jelasin ke Pak Binsar ya, beliau pasti tidak akan mempercayainya

“Hey Siwon, kalau kau sudah tak ada perlu, Bapak mau pulang!” cetus Pak Binsar tak sabar. Siwon tersadar dan melihat roh gelisah itu sudah menghilang. Pak Binsar menyalakan mesin motornya bersiap jalan. “Eh, eh Pak….sebentar, saya ada perlu kok!” seru Siwon. Ryu menggaruk – garuk kepalanya melihat kelakuan temannya yang mendadak aneh itu, karena biasanya Siwon malas berurusan dengan guru yang galak ini.

“Ah tadi kau diam saja…ada perlu apa?” tanya Pak Binsar kesal.

“Eung, anu Pak…gimana tugas saya kemarin?” Siwon mencoba mengulur waktu.

“Ah kau ni, tanyakan hal itu besok saja di kelas ya, sudah waktunya pulang ini,” jawab Pak Binsar mulai menjalankan motornya. Tiba – tiba Siwon melompat ke depan motor Pak Binsar, menghalangi dan memegangi setang motornya. Ryu sampai terkaget melihatnya. Buset nekat banget ini bocah! Seru hatinya. 

“Hey apa - apaan ini?” tukas Pak Binsar matanya melotot.

“Ma, maaf Pak…tapi boleh kalau saya saja yang mengendarai motor ini? Dan biarkan saya membonceng Bapak he he he?” tanya Siwon dengan tawa gemetar karena takut melihat Pak Binsar yang sudah melotot begitu.

“Hah?!!” Pak Binsar dan Ryu berseru berbarengan.

Lihat selengkapnya