Siwon merebahkan tubuhnya di atas sofa.
Hatinya merasa lega, hari ini ia berhasil melakukan debut tugasnya. “Selamat ya,” tiba – tiba terdengar suara lembut. Siwon duduk dari rebahannya, dan melihat Angel sudah duduk di kursi yang berhadapan dengannya. “Hai Njel, senang kamu muncul…baru saja tadi aku kepikiran kamu loh, eh pucuk dicinta ulam pun tiba,” ujar Siwon, “Baydewei, tugas pertama sudah aku lakukan, terus tugas berikutnya siapa Njel?’
“Bentar, bentar…tumben ngomongnya pakai aku dan kamu, biasanya gue lo,” sahut Angel. Simon cengengesan menjawab, “Eh hehehe…abis gue lo kayaknya terlalu kasar deh untuk malaikat secantik kamu…” Angel menjulurkan lidahnya, “Hoek, gombalmu ga mempan…” Siwon tertawa.
“Oiya Won, setelah aku pulang kemarin, aku dapat berita yang harus disampaikan padamu, mengenai waktu yang diberikan untuk kamu menyelesaikan tugas ini.”
“Pulang? Kamu pulang kemana Njel? Surga?” tanya Siwon ingin tahu.
“Bukan, ke Jonggol…pake nanya….”
Siwon nyengir, “Jadi berapa lama waktu yang aku punya?”
“Sembilan hari.”
“Se…hah? Sembilan hari? Serius?!” seru Siwon tak percaya.