“Kamu kenapa sih Jo?” tanya Micha, “Ga biasanya kamu berangasan gitu.”
“Ga…ga apa – apa Sayang, aku lagi capek aja kali, ayo pulang,” jawab Jojo mengusap – ngusap wajahnya lalu menarik lengan Micha. “Micha pulang bareng gue aja Bro,” lontar Siwon sembari menahan tarikan tangan Jojo. Jojo mendelik pada Siwon. “Heh, siapa elu? Gue pacarnya, ngapain larang – larang?!” suara Jojo terdengar keras. “Sabar Jo, Siwon betul, lo kelihatan capek dan ga sehat, sebaiknya Micha pulang sama kita aja,” timpal Ryu.
Wajah Jojo berubah merah padam, ia menghampiri Ryu dan mengangkat kerah bajunya serta bicara dekat di wajahnya dengan intonasi yang mengancam, “Lo jangan ikut – ikutan Ryu! Micha cewek gue, lo berdua bukan siapa – siapa dia! Kalian jangan macam – macam!” Ryu diam seraya menatap Jojo dengan tajam, ia mengepalkan tangannya dan siap melepaskan tinjunya.
“Udah, udah…Jojo bener…gue akan pulang sama dia…” seru Micha melerai.
Jojo melepaskan cengkeramannya dan menarik tangan Micha mengajaknya pergi. “Gue pulang duluan gaes,” seru Micha pada teman – temannya. Ryu menatap pada Siwon dengan wajah cemas, “Won, gimana ini?” Siwon melirik pada Angel yang sedang duduk mengangkat kedua kakinya di atas meja.
“Sepertinya akan ada yang tewas malam ini,” ujar Angel dengan santai.
Siwon segera berlari menyusul Micha. “Tunggu!” seru Siwon lalu berdiri menghalangi Jojo dan Micha, diikuti Ryu. Micha melotot pada kedua sahabatnya itu, “Ya ampun, apa – apaan sih kalian ini!?” Jojo mendengus kesal sudah terlihat tak sabar, dari wajahnya sudah terlihat marah. “Jo, sudah kita bilang, Micha pulang bareng sama kita,” ujar Siwon diikuti anggukan kepala Ryu.
“Brengsek kalian!” pekik Jojo melompat menerkam Siwon.
Kedua pria itu jatuh berdebum berguling – guling. Micha menjerit meminta mereka berhenti, tapi tak digubris. Jojo berusaha memukul Siwon tapi Siwon memegangi kedua tangan Jojo menahannya agar tak melepaskan pukulan. “Bangsat!” teriak Jojo. Mereka menjadi tontonan orang – orang yang berlalu lalang di parkiran. Angel yang juga melihat pergumulan itu senyum – senyum dan bergumam pada dirinya sendiri, “Mmm, aku pegang Jojo ah…Siwon bukan lawannya.”
Betul saja, Jojo berhasil menepiskan tangan Siwon dan sebuah tinju masuk menghantam rahang Siwon. Siwon mengaduh. Ryu tak tinggal diam, ia membantu sahabatnya. Orang – orang yang menonton bersorak sorai ramai melihat perkelahian itu. Ryu dengan cepat menarik Jojo dari atas tubuh Siwon. Jojo meronta – ronta tapi Ryu dengan cepat membanting serta memiting tangan Jojo dengan keras. “Mmm, kalau ini, aku pegang Ryu deh,” gumam Angel lagi sendiri.
“Ampun ga lo? Jangan paksa gue buat matahin tangan lo Jo!” ancam Ryu di telinga Jojo.
“Akkh! Ok, ok, ampun, ampun! Gue minta ampun!” teriak Jojo kesakitan karena tangannya dipiting dan dikunci oleh Ryu. Ryu melepaskan pitingannya seraya bicara, “Stop ok Jo? Tenang! Mendingan lo pulang, biar Micha kita yang anter.” Jojo mendengus kesal sambil meringis memegangi tangan kanannya yang dipiting tadi.