Sebuah mobil berdecit berhenti di depan gedung Exim yang terbengkalai.
“Ya Tuhan,” desis Micha melihat di lapangan sana dua kelompok geng motor sedang bertarung dengan ramainya. Ryu keluar dari mobil dan tanpa berpikir segera berlari menuju keributan itu. “Cha, lo telepon polisi dan tunggu di dalam mobil!” seru Siwon. Micha mengangguk. Siwon keluar dari mobil, ia sedikit gentar melihat pertarungan bar-bar seperti itu, seumur hidupnya ia tidak pernah terlibat dalam perkelahian, apalagi tawuran antar geng.
“Kamu ga perlu kesana kok Won.”
Siwon menoleh pada orang yang mengatakan itu. “Angel?” Siwon terkejut melihat kemunculan Angel dan telah duduk bersila di atas kap mobil. “Biarkan Ryu yang mencari adiknya, kamu tunggu saja di sini,” ucap Angel lagi.
“Ta, tapi Njel, aku ga bisa membiarkan Ryu sendirian, dia bisa kena gebuk atau—“
“Aku tidak mengkhawatirkan Ryu, tapi kamu….”
“Aku?”
“Iya.”