Siwon mengerjapkan matanya.
Dan yang pertama dilihatnya adalah wajah Angel yang berjarak beberapa inci dari wajahnya. Angel tersenyum lega melihat Siwon telah sadar, “Tadi itu sebuah tindakan yang berani dan sembrono, tapi aku salut Won, kamu ternyata pemberani, meski masih belum bisa dibilang jago berantem juga.”
Siwon nyengir, “Eh aku belum mati kan Njel?” Angel menggeleng, “Sayangnya belum…ini di rumah sakit kok.” Siwon memegangi kepalanya yang diperban dan merasakan sakit yang menyemut di ubun – ubunnya, ia mengaduh. Mendengar suara Siwon yang mengaduh membuat Ryu, Micha dan Gie segera berdatangan dari luar kamar.
“Bro lo udah sadar?” tanya Ryu, Siwon mengangguk, “Thanks Bro, for saving my little Bro.” Ryu merangkul Siwon. “Saya juga mau berterimakasih Kak, sudah mendorong saya tadi, sehingga saya tidak terkena pukulan kayu,” ucap Gie, Siwon mengangguk tersenyum.