A BLOOD OF CREATION

Arata Kaivan
Chapter #1

PROLOGUE

Langit merah menggantung di atas lembah. Kabut tipis merayap rendah di antara pinus-pinus tua, Aroma tanah basah dan anyir darah bercampur di udara.

Ujung sendal Raka mendorong mayat di depannya. Wajah mayat itu menganga ke langit. Raka membungkuk, menyobek ujung baju kotor, ia menekan kain kotor ke bilah tombak, darah lama merembes di sela jarinya. Orang-orang berlari menjauh saat suara ledakan pertama terdengar di atas awan. Tiupan angin berhenti, suara hewan dan gesekan daun diantara pohon pinus menghilang.

Tangannya memegang erat tombaknya, urat lengannya menonjol. Ia menatap bekas lubang menganga di sisi lembah. Kepalanya bergerak, mendongak. Matanya menatap dua sosok berdiri saling berhadapan di langit malam. Tinggi, berjubah panjang, tanpa zirah. 

Puluhan tombak hitam melayang diam di belakang sosok pertama. Di hadapannya, sosok kedua berdiri bertangan kosong. Garis awan dan kerlip bintang di belakang tubuh makhluk itu meliuk patah, terdistorsi oleh dengung rendah.

BUM.

Burung-burung hitam beterbangan dari hutan pinus. Seluruh lembah amblas, pohon-pohon pinus patah bersamaan. Batu-batu terangkat dari tanah sebelum hancur di udara. Beberapa manusia yang terlambat lari, roboh lalu memuntahkan darah.

Raka menghantamkan pangkal tombak ke tanah, mencengkeramnya erat-erat saat tubuhnya terseret. Napasnya tersengal. Matanya menyipit, menatap ke langit. 

Makhluk bertombak bergerak, puluhan tombak hitam melesat turun seperti hujan.

BUMMMM.

Suara ledakan terdengar di langit, angin besar menyapu awan. Separuh puncak gunung runtuh ke dalam kabut merah. Makhluk pengendali gravitasi terpukul mundur. Tubuhnya jatuh menghantam lembah seperti meteor.

BUMMMM.

Gelombang lumpur menyapu tanah, gerobak kayu terpental. Mayat-mayat manusia berguling bersama batu dan akar pohon. Raka tetap berdiri. Lumpur mencapai lututnya saat tubuh makhluk itu terseret panjang, berhenti beberapa langkah di depan Raka.

Lihat selengkapnya