Kabut malam menggantung rendah di jalan timur Thornmire. Lampu minyak rawa memantulkan cahaya biru redup di batu-batu jalan yang basah. Orang-orang berlari menjauh dari distrik rawa. Suara jeritan dan derap langkah memenuhi udara malam. Raungan berat kembali menggema di antara atap-atap rumah batu.
BRAK.
Seekor beruang besar menghantam gerobak kayu, serpihan kayu berterbangan di udara. Tubuhnya dua kali lebih besar dari beruang biasa. Daging hitam tumbuh tidak rata di sepanjang bahunya seperti akar hidup. Mata merahnya bergerak liar di bawah cahaya lampu rawa.
Rennic menghunus pedangnya. "Lindungi warga!"
Kael menatap sekeliling. Orang-orang datang dari arah distrik rawa. Seekor kuda menabrak pagar jalan. Warga terus berlari. Darah mulai mengalir di sela batu jalan Thornmire. Tentara Khazrek membentuk barisan di ujung jalan.
"Tombak maju!"
Deretan tombak pendek Khazrek terangkat bersamaan.
Beruang itu meraung keras lalu berlari. Tanah bergetar di bawah langkahnya.
BRAK.
Tubuh besar beruang menghantam formasi depan. Dua tentara terlempar menghantam dinding batu toko sampai retak. Darah menyembur ke jalan. Jeritan warga pecah dari balkon atas.
"Tahan dia!"
Salah satu tombak menusuk bahu beruang, tubuh makhluk itu bergerak acak. Cakar besarnya menyapu ke samping.
CRAAK.
Armor Khazrek penyok seperti kaleng tipis saat seorang tentara dihantam ke gerobak besi.
Wesi menyeringai kecil, iq menarik pedangnya. "Nah, sekarang mulai menarik."
Kael berjalan melewati Rennic. Arkan menggenggam kapaknya lebih erat. Nila mengangkat tangannya perlahan, tanah rawa basah di sela batu jalan bergerak kecil.
Beruang itu kembali meraung. Lalu, makhluk itu berhenti. Tubuh besarnya berbalik perlahan ke arah belakang jalan.
Semua tentara ikut menoleh. Kabut bergerak pelan di ujung jalan timur Thornmire. Suara langkah terdengar, pelan dan basah. Darah menetes ke batu jalan.
Mata Kael menyempit. Sosok tinggi berjalan keluar dari kabut. Tubuh manusia, kulitnya dipenuhi pola hitam menyerupai loreng jaguar, bergerak samar di bawah kulit. Kukunya panjang dan melengkung. Mata merahnya menyala di bawah cahaya biru lampu rawa. Beruang itu meraung ke arahnya lalu berlari.
Sosok itu tetap berjalan pelan.
BRAK.
Tangannya menangkap kepala beruang di tengah lompatan. Batu jalan retak di bawah kakinya. Tubuh beruang terangkat lalu dilempar jauh melewati jalan.
DUAAK
Tubuh beruang menghantam tanah tepat beberapa meter di depan Kael. Batu pecah, darah segar menyebar ke jalan.
Rennic berjalan pelan ke depan, pedangnya masuk kembali ke sarung.
"Vessel..." gumam salah satu tentara Khazrek.
Makhluk itu terus mendekat, kabut bergerak di sekitar tubuhnya. Mata merahnya tidak berkedip. Beberapa tentara Khazrek maju perlahan.
"Berhenti!" teriak Rennic.
Salah satu tentara menusukkan tombaknya.
BRAK.
Tubuh tentara terlempar menghantam jendela lantai dua, pecahan kaca hujan ke jalan.
"Cepat sekali!" bentak salah satu penjaga.
Tentara lain mencoba menyerang dari samping. Cakar hitam Vessel menyapu udara.
CRAAK.
Armor Khazrek robek terbuka bersama darah. Jeritan orang-orang terdengar dari kejauhan.