A BLOOD OF CREATION

Arata Kaivan
Chapter #26

25. ELDER GOD

Lonceng akademi berbunyi panjang di antara menara batu Kerajaan Astaghor. Suara bel raksasa menggema melewati jembatan batu dan lorong-lorong tinggi Collegium Osthar.

Bangunan akademi berdiri di atas tebing hitam. Menara-menara observatorium menjulang ke langit kelabu. Patung para sarjana kuno berdiri di sepanjang tangga marmer, wajah mereka terkikis hujan dan waktu.

Para pelajar berjubah abu berjalan cepat membawa gulungan naskah. Pelayan akademi mendorong troli kayu berisi botol kaca, tulang monster, dan peti logam kecil bercap kerajaan Astaghor.

Api tungku biru menyala di salah satu ruangan penelitian bawah tanah. Rak-rak kayu tua memenuhi dinding batu. Botol berisi organ monster berjajar di atas meja. Bau logam, darah kering, dan ramuan herbal memenuhi udara.

Seorang pria tua berjanggut putih berdiri di depan meja bundar batu. Jubah hitamnya dipenuhi noda tinta. "Laporan Thornmire sudah dipastikan?" tanyanya.

Seorang sarjana perempuan membuka gulungan kulit di meja. "Ya, Master Odrik." Jemarinya bergerak di atas tulisan tangan cepat. "Vessel Jaguar Morvath mati di tangan Vessel lain."

"Jenis?"

"Direwolf."

Api biru bergerak kecil.

Salah satu sarjana muda mengangkat wajah perlahan. "Direwolf masih ada?"

"Bukan itu bagian terburuknya," jawab perempuan itu. "Saksi Khazrek menyatakan Vessel itu tetap sadar selama transformasi."

Suara kursi kayu bergeser pelan. Master Odrik menatap api tungku. "High tier..."

Sarjana lain membuka lembar laporan berbeda. "Selain itu," gumamnya, "ada laporan lama dari Hutan Bandit."

Ia mendorong gulungan ke tengah meja. "Manipulasi elemen api."

Beberapa sarjana saling menatap.

"Api?" salah satu dari mereka berbisik kecil.

"Api merah."

"Bukan ilmu Darah?"

"Belum dipastikan."

"Alkimia?"

Sarjana itu menggeleng. "Dari skala kobaran api dan tingkat kehancurannya, kemungkinan besar Vessel manusia api."

"Tapi, ilmu Darah juga bisa menyamai kekuatan Vessel."

"Karena itu kami belum memastikan."

Master Odrik berjalan perlahan mendekati rak besi tua di sisi ruangan. Tangannya meraih buku kulit hitam besar. Ujung jarinya membalik sampul buku, debu tipis beterbangan.

Matanya menatap gambar anatomi manusia di halaman pertama. Ia membalik satu halaman lagi. Pupil matanya bergerak menagap pola pembulu darah, lalu beralih ke gambar Darah berbentuk api dan angin.

"Elemen api..." gumamnya. "Terakhir tercatat hampir seratus tahun lalu."

Sarjana perempuan menatap halaman buku itu. "Kalau Direwolf dan api muncul dalam waktu berdekatan..." suaranya mengecil. "...berarti Darah mulai bergerak lagi."

Api tungku berdetak kecil.

Sarjana muda di sudut ruangan mengangkat tangan ragu. "Master..." Ia menelan ludah. "Bagaimana dengan pencarian Darah Angin?"

Master Odrik menoleh. "Klev. Memiliki kekuatan yang mampu meratakan satu kota. Dan dia hanya mempelajari ilmu Darah angin."

"Dan dia menghilang," sahut sarjana lain.

Master Odrik menutup bukunya perlahan.

Lihat selengkapnya