A Deal with The Devil

Katangga
Chapter #1

#1

"Cepat tanda tangani!" 

Bentakan Bram Atmadja menggema di ruang tengah keluarga Wiranata. Sedang kilat menyambar langit, disusul gemuruh petir yang membuat kaca-kaca jendela bergetar. Hujan turun begitu deras hingga menggenangi halaman.

Raditya Oemar Wiranata mengangkat wajahnya perlahan. Bibirnya pecah. Darah mengalir dari pelipis hingga membasahi kerah kemeja putihnya. Kedua tangannya terikat di belakang kursi kayu yang sudah beberapa kali tergeser akibat pukulan yang diterimanya. Ketika ikatan dilepaskan, kedua tangannya itu langsung terkulai.

Di hadapannya terbentang setumpuk dokumen. Surat pengalihan seluruh harta warisan. Baik rumah, perusahaan, perkebunan dan seluruh aset peninggalan mendiang ibunya. Ditambah milik mendiang ayahnya juga. Karena keduanya sama-sama berasal dari keluarga berada. Bahkan sudah memiliki usaha dan warisan sendiri-sendiri jauh sebelum menikah.

"Semua orang di sini akan menyaksikan. Tinggal menunggu tanda tanganmu saja. Setelah itu semuanya selesai." Bram Atmadja melempar sebuah pena ke atas meja hingga menggelinding tepat di depan Raditya.

Raditya menatap pamannya lama sekali sebelum tertawa lirih. "Selesai?" suaranya serak. "Maksud Paman selesai merampok hak anak dari adik sendiri?"

Wajah Bram mengeras. "Jaga mulutmu! Aku tidak pernah memiliki adik yang bernama Amelia."

"Ayah baru meninggal beberapa bulan. Ibu bahkan belum lama dimakamkan. Belum cukup juga?"

"Kamu masih berani membantah? Sudah. Tanda tangani saja! Setidaknya kami akan tetap membiarkanmu hidup." Kali ini istri dari Bram, Rina yang berbicara.

"Tapi sebagai tawanan. Ruang bawah tanah masih cukup luas untuk menampungmu." Seseorang yang lain menambahi. Kemudian disambut gelak tawa orang-orang yang ada disana.

Raditya tersenyum tipis. Masih menatap lurus ke wajah sang paman tanpa mengindahkan yang lain. "Kalau Ibu masih hidup, dia pasti malu punya saudara serakah seperti Paman."

Lihat selengkapnya