A Deal with The Devil

Katangga
Chapter #2

#2

Tubuh Raditya ditarik melewati halaman rumah yang dipenuhi genangan. Lumpur menempel di pakaian dan wajahnya yang babak belur. Kesadarannya sendiri mulai kabur. Suara hujan terdengar semakin jauh, seolah berasal dari dunia lain.

Sesampainya di rawa belakang rumah, tubuhnya dilempar begitu saja ke tanah yang becek. Seumpama bangkai hewan yang sudah tidak layak konsumsi. Bahkan bangkai binatang peliharaan saja banyak yang diperlakukan istimewa. Tapi, tidak dengannya.

"Masih hidup?"

"Masih, Pak. Tapi sebentar lagi pasti modar juga."

Bram mendekat. Berjongkok hingga wajahnya sejajar dengan Raditya. "Dengarkan baik-baik. Mulai malam ini, keluarga Oemar Wiranata tidak pernah memiliki ahli waris bernama Raditya."

Raditya mengangkat sudut bibirnya yang berlumuran darah. "Lalu, siapa yang akan mewarisi dosa kalian?"

Pertanyaan itu membuat wajah Bram semakin gelap. Lelaki itu tak pernah menyangka kalau keponakannya yang sudah diambang maut masih bisa bersuara. Namun, sepertinya kali ini dia tidak mau mengotori tangannya lagi.

"Pastikan dia tidak kembali." Perintahnya sebelum pergi dari rawa itu.

Beberapa anak buahnya mengangguk. Kemudian berusaha membenamkan Raditya menggunakan potongan kayu. Menyodok tubuh tak berdaya itu agar semakin masuk ke dalam tanah rawa. Setelah dirasa terpendam sempurna, barulah mereka kembali menyusul si majikan.

Sepeninggal mereka, suasana di sekitar rawa begitu sunyi. Bahkan oleh suara hujan, guntur atau bahkan katak yang biasanya menjadi satu harmoni. Namun, ketika angin yang membawa aroma amis berhembus, sesuatu pun terjadi.

Lihat selengkapnya