(a)NN

Luckie
Chapter #1

Part 1

Di dunia ini ada mitos yang mengatakan bahwa setiap manusia mempunyai 7 kembaran yang tidak sedarah. Dan dari banyaknya manusia di bumi ini, Nadya mempunyai berkah yang akan dia syukuri sepanjang hidupnya karena mempunyai wajah cantik mirip artis terkenal, Naomi Salim. Tapi Nadya tidak pernah menyangka kalau berkah kemiripan mereka, dia akan didatangi oleh dua orang tak dikenal dan menyuruhnya untuk menjadi Naomi Salim dengan imbalan sejumlah uang. Jumlah yang bahkan Nadya bisa pinta sesuai dengan keinginannya.

Nadya termenung melihat cek kosong yang ada di hadapannya. Ini adalah kali pertamanya dia ditawari seseorang untuk mengisi berapa nominal yang akan dia minta untuk memenuhi permintaan si pemberi cek.

Menggantikan Naomi Salim?

Siapa yang tidak tahu Naomi Salim di negeri ini? Meski Nadya bukan penggemar Naomi, tapi dia tahu kalau perempuan itu adalah artis terkenal dengan segudang bakat. Naomi merintis kariernya di industri hiburan sejak dia masih duduk di bangku sekolah dasar. Meski usianya baru menginjak 26 tahun, tapi karier Naomi sudah berada di level kelas A. kemampuan Naomi dalam bernyanyi dan berakting mampu mengantarkannya masuk ke dalam daftar artis terkaya dan terpopuler. Penghargaan perempuan itu sangat banyak, dari nasional maupun internasional. Penggemarnya juga ada di mana-mana dan terdiri dari berbagai macam kalangan. Lalu bagaimana bisa Nadya berpura-pura menjadi Naomi padahal ada begitu banyak pasang mata yang mengawasinya?

Nadya menelan ludah. Di bawah meja tempat dia duduk, Nadya mencubit pahanya sendiri untuk memastikan bahwa dia tidak sedang bermimpi. Sakit. Berarti nyata. Batin Nadya.

"Gimana? Kamu mau, nggak?" Laki-laki berambut klimis itu bertanya setelah melihat raut wajah Nadya yang tampak bimbang.

"Beneran jadi Naomi Salim? Gimana kalau ketahuan?" Nadya bertanya ragu-ragu. "Sebenernya kalau diperhatiin banget, wajah saya nggak terlalu mirip sama Naomi. Mata saya sedikit sayu, rahang saya juga sedikit lebar. Nggak kayak Naomi yang fitur wajahnya sempurna."

Perempuan berkaca mata, berambut pendek tidak melebihi bahu di hadapan Nadya itu seketika menatap tajam. "Nadya, kamu tahu nggak kenapa make-up artist dibayar mahal?"

Pertanyaan itu membuat tenggorokan Nadya tercekat. Alasan yang sedari tadi dia susun sedemikian rupa kini terdengar konyol dan seperti dibuat-buat. Tawaran yang awalnya sebuah bentuk kerja sama yang saling menguntungkan mendadak terdengar seperti sebuah paksaan yang wajib dia turuti.

Belum nerima tawarannya saja nada bicaranya sudah kayak gitu, gimana nanti kalau beneran aku terima? Nadya kembali menggerutu dalam hati, lantas tersenyum tipis kepada dua orang di hadapannya.

"Nggak perlu buru-buru, Nadya. Kamu masih bisa mempertimbangkan tawaran ini." Laki-laki itu berkata lagi.

Seolah tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh rekannya, perempuan itu melirik sebal.

"Setidaknya sampai akhir bulan ini." Laki-laki itu mengoreksi.

"Akhir bulan ini berarti seminggu lagi. Kalau ketahuan gimana? Risiko ini sangat besar." Kata Nadya.

"Risiko besar, bayarannya juga besar. Karena itu kami menawarkan cek kosong supaya kamu bisa mengisi jumlah yang kamu inginkan." Laki-laki itu tersenyum simpul, sementara si perempuan tidak memberi reaksi.

"Boleh nggak kalau saya nanya alasannya dulu? Maksudnya, kenapa saya harus gantiin Naomi? Memangnya Naomi ke mana?"

Laki-laki itu tampak ragu saat akan menjawab pertanyaan Nadya, tapi setelah perempuan di sampingnya memberi kode untuk bicara, dia baru membuka mulutnya. "Kamu tahu kan pentingnya penampilan buat artis papan atas?"

Nadya menganggukan kepala. "Kayak operasi plastik begitu?"

"Naomi lagi menjalani perawatan, jadi dia nggak bisa muncul di televisi dalam waktu singkat. Karena itu untuk sementara waktu, kamu yang harus gantiin dia." Laki-laki itu menjelaskan panjang lebar. "Kamu tahu kan kalau wajah Naomi muncul di mana-mana? Ada banyak banget produk yang kerja sama bareng dia, belum lagi tawaran main film dan lain sebagainya, karena itu kami butuh bantuan kamu. Sebenarnya kami juga mau menunggu Naomi saja. Tapi dua hari yang lalu, kami dapat kabar kalau Naomi harus menjalani perawatan lebih lama dengan waktu yang belum bisa dipastikan, makanya kami hubungi kamu."

Tadi siang saat Nadya masih sibuk bekerja di salah satu minimarket, laki-laki bertubuh gempal yang mengaku sebagai manajer Naomi itu mendatanginya, bilang ingin bicara sebentar setelah Nadya pulang kerja. Tapi siapa yang menyangka kalau ternyata orang itu akan menawari sesuatu yang belum pernah Nadya bayangkan sebelumnya.

Lihat selengkapnya