(a)NN

Luckie
Chapter #6

Part 6

Keesokannya Nadya benar-benar belajar keras untuk menjadi Naomi Salim. Dari pagi buta hingga larut malam, dia terus latihan dan latihan untuk meminimalisir jumlah kesalahan yang mungkin bisa terjadi di depan kamera. Namun, tantangan Nadya ternyata bukan cuma sekedar memainkan perannya sebagai Naomi Salim, perempuan itu juga harus menghadapi tantangan yang tak pernah dia sangka sebelumnya. Itu karena dia harus berhadapan dengan laki-laki yang pernah memakinya. Laki-laki yang juga berprofesi sebagai aktor dengan jumlah follower jutaan di media sosial.

"Batara Permana," kata Haris. Dia menunjukkan siapa saja aktor yang akan hadir di konferensi pers melalui komputer tablet di tangannya, "Dia lawan main Naomi di film ini."

Sebelum hari-H tiba, Haris tidak pernah memberitahu Nadya siapa saja aktor yang terlibat dalam promosi film, jadi tentu saja informasi itu sangat mengejutkan. Apalagi Nadya diberitahu ketika dia sudah sampai di lokasi acara, lima belas menit sebelum tampil di hadapan para wartawan.

"Aku harus berhadapan dengan dia kayak gimana?" pikir Nadya. Kepercayaan diri yang dia bangun selama beberapa hari ini runtuh seketika mendengar nama itu disebut.

"Kamu nggak harus komunikasi langsung sama semua aktor, jadi cukup ikuti arus saja.”

Nadya menghela napas lega mendengar perkataan Haris, tapi tetap saja dia tidak bisa menyingkirkan pikiran-pikiran buruk. Bagaimana kalau tiba-tiba terjadi insiden tidak mengenakkan antara dirinya dan orang yang bernama Batara itu? Meski sekarang Nadya menggunakan identitas Naomi, tapi Batara pernah melihatnya secara langsung. Apakah orang itu akan mengingatnya? Semoga saja tidak. Semoga orang itu juga tertipu akan kebohongan Nadya.

Namun, bagaimana kalau Nadya ketahuan? Batara mengingat dirinya dan langsung menyadari kalau orang yang menjadi lawan mainnya bukanlah Naomi, melainkan pegawai minimarket yang pernah memaki dan membentaknya? Nadya frustrasi bukan main. Haruskah dia kabur dan menghindari konferensi pers ini dengan alasan-alasan kurang masuk akal? Seperti tiba-tiba diare atau pura-pura pingsan gara-gara keracunan makanan. Haris pernah bilang kalau Naomi mempunyai alergi kacang, haruskah Nadya pura-pura tidak sengaja makan kacang supaya dia bisa mengacaukan acara ini?

Pikiran-pikiran itu secara acak memenuhi isi kepala Nadya. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana kalau dirinya ketahuan saat konferensi itu berlangsung, di hadapan para aktor, wartawan, juga kamera yang sedang menyala. Kalau itu terjadi, Nadya yakin kalau dirinya akan langsung trending di berbagai macam media online maupun offline.

"Sebentar, aku kan didandani semirip mungkin sama Naomi, jadi mereka pasti nggak akan sadar. Iya, mereka pasti nggak sadar kalau aku bukan Naomi," pikir Nadya lagi. Dia lalu menatap cermin di hadapannya, menarik napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan, "Iya, nggak papa."

Konferensi pers untuk film terbaru Naomi akhirnya tiba. Nama Batara Permana yang pertama kali disebut MC untuk melakukan sesi foto. Setelah berpose untuk kebutuhan media, kini giliran nama Naomi Salim yang dipanggil untuk berpose di depan kamera. Mendengar nama Naomi, Nadya lantas maju ke depan dengan percaya diri seolah-olah dirinya adalah Naomi Salim yang sebenarnya.

Supaya tidak ketahuan, Nadya berusaha semaksimal mungkin menghindari kontak mata dengan Batara saat mereka berpas-pasan. Tapi itu hanya terjadi sesaat, kontak mata dan fisik tidak bisa dihindari saat mereka diharuskan untuk berfoto bersama. Meski terlihat kaku dan belum terbiasa, Nadya berusaha untuk menyembunyikannya, dia berpose seperti apa yang dia pelajari beberapa hari ini. Meski Batara kerap kali melemparkan tatapan menyelidik, Nadya berusaha untuk bersikap biasa saja, seolah-olah dia adalah Naomi yang asli dan membuang identitasnya sebagai pegawai minimarket yang dipecat karena membentak dan memaki customer. Setidaknya sampai konferensi pers itu selesai, sampai dirinya luput dari perhatian orang-orang, juga sampai kamera-kamera itu tidak menyorot dirinya lagi.

Setelah para aktor dan aktris berpose di depan kamera, kini mereka diwawancara mengenai film yang sedang dipromosikan, ditanya tentang bagaimana proses syuting hingga pendalaman karakter dari masing-masing pemeran. Nadya pun menjawab pertanyaan-pertanyaan itu sama seperti apa yang dia pelajari dari manajemen. Mereka benar-benar memberi contekan tepat sasaran. Mungkin karena Naomi sudah sering melakukan konferensi semacam ini, makanya manajemen bisa menebak jawaban atas pertanyaan apa saja yang diajukan. Entahlah. Hingga ada satu pertanyaan muncul, pertanyaan yang bahkan tidak ada di contekan, pertanyaan yang membuat Nadya gelagapan.

"Saya dengar katanya Batara dan Naomi sangat dekat di lokasi syuting, boleh nggak kasih tahu kepada Pemirsa dan penggemar bagaimana kalian bisa akrab?" MC bertanya.

Karena Nadya tak juga menanggapi, Batara dengan cepat mengambil alih pertanyaan.

Lihat selengkapnya