Di depan jepretan kamera fotografer, Nadya dan Batara berpose bak model profesional. Meski Nadya melakukan beberapa kesalahan dan tampak kaku di beberapa pose, Batara dengan sigap membantu.
"Tatap mata aku, Naomi," Batara berkata saat Nadya tampak kikuk dengan pose yang akan dia peragakan. Karena fotografer terus mengambil gambar mereka dengan cepat, Nadya langsung menuruti perintah Batara.
Bola mata mereka beradu. Meski Nadya sangat canggung dengan situasi yang terjadi, dia berusaha keras menutupinya, pura-pura bahwa dia sudah terbiasa dengan adegan tersebut. Pemotretan ini masih dalam rangka promosi film terbaru mereka.
Namun, Nadya merasa ada sesuatu yang aneh dengan Batara. Laki-laki itu menatapnya seolah dia tidak yakin akan sesuatu. Dahinya berkerut tipis dan matanya menatap menyelidik. Tapi dia dengan sangat profesional menyamarkan tatapan itu di depan kamera hingga membuat fotografer tak menyadarinya.
"Good job guys, terima kasih kerja kerasnya." Begitu fotografer berteriak, staf yang ada di sana langsung sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Ada yang membereskan properti, mengecek monitor, dan lain sebagainya.
"Kamu bukan Naomi, kan?"
Nadya tercekat mendengar pertanyaan batara. Dia langsung menoleh ke sekeliling untuk memastikan bahwa tidak ada yang mendengar perkataan laki-laki itu. Untung saja semua orang sibuk dengan urusan masing-masing, jadi perkataan Batara tidak akan menimbulkan masalah di lokasi ini, kecuali orang yang bertanya itu sendiri. Apakah ini yang membuat Batara menyuruh Nadya menatapnya seperti itu? Kalau iya, Nadya benar-benar terjebak.
Batara Permana kini jadi orang yang paling Nadya waspadai ketika mereka bertemu. Mulai dari pertemuan pertama, Nadya yang masih menggunakan identitasnya sendiri sampai dia berpura-pura menjadi Naomi, Batara selalu jadi orang yang merepotkan. Seolah belum puas dengan membuatnya didepak dari pekerjaan, laki-laki itu kini juga secara tidak langsung mengancam karier Naomi melalui proyek kerja sama mereka. Itu yang setidaknya Nadya pikirkan tentang Batara Permana sampai saat ini.
Prasangka baik yang kemarin Nadya pikirkan tentang Batara kini hilang sudah bersamaan dengan pertanyaan yang laki-laki itu lontarkan.
Nadya tersenyum tipis, "Maksud kamu apa, ya? Aku nggak mengerti," katanya berusaha untuk tetap tenang supaya bisa menutupi identitasnya yang sebenarnya.
"Wajah kamu familier, tapi aku yakin kamu bukan Naomi," Batara berkata lagi dengan tatapan tajam.
Senyum Nadya semakin lebar, "Maaf, ya, kalau hari ini aku kurang maksimal pemotretannya. Aku lagi banyak pikiran makanya jadi kurang fokus. Mungkin itu juga yang bikin kamu merasa asing sama aku padahal kita sudah syuting bareng sebelumnya. Sejujurnya aku nggak mau buka kartu, tapi karena kamu pikir aku ini orang lain, jadi aku mau bilang yang sebenarnya," Nadya diam sejenak, lalu melanjutkan, “sebenarnya aku sedikit melakukan permak di wajah. Mungkin itu juga yang bikin aku kelihatan beda. Namanya juga seorang selebriti, jadi aku harus selalu menjaga penampilan. Sekarang masih sedikit bengkak, jadi wajar kalau kamu menganggap aku sebagai orang lain. Nanti kalau sudah normal, pasti kamu bisa mengenali. Aku milih permak yang hasilnya sangat alami."
Tatapan Batara semakin tajam. Dia menggelengkan kepala seolah menyanggah semua pernyataan Nadya, "Nggak, aku yakin banget."
"Kamu kenapa, sih? Aku orang yang sama," timpal Nadya sambil memukul pelan bahu laki-laki itu, berusaha membuat suasana lebih santai, "oh ya, aku duluan, ya. Habis ini ada jadwal lain soalnya."
Batara tak menanggapi, dia terus menatap Nadya seolah dugaannya tidak pernah salah.
Begitu balik badan, Nadya langsung menghela napas lega. Di saat yang bersamaan dia merasa waswas karena Batara kini curiga dengan identitasnya yang asli. Batara benar-benar jadi ancaman bagi keberlangsungan penyamaran Nadya.
Saat dalam perjalanan pulang dari pemotretan, awalnya Nadya ingin memberitahu Haris bahwa Batara telah mencurigainya, tapi mengingat kemungkinan Haris akan menyalahkan dirinya, Nadya pun mengurungkan niatnya dan memilih untuk memendam sendiri sambil memikirkan apa yang akan dia lakukan supaya Batara berhenti curiga padanya.
"Lusa kan jadwalmu kosong, nanti aku atur supaya kamu bisa ketemu Naomi," Haris berkata memecahkan keheningan di dalam mobil.
Mendengar itu, suasana hati Nadya langsung membaik. Momen yang dia tunggu-tunggu akhirnya menampakkan hilalnya. Dia sangat tidak sabar untuk bertemu Naomi. Nadya ingin mengucapkan banyak terima kasih karena perempuan itu telah membantu keluarganya, menyampaikan keprihatinan atas apa yang menimpa Naomi, juga berjanji akan melakukan penyamarannya dengan baik.