Pagi-pagi Nadya sudah berdandan rapi, bersiap untuk bertemu dengan Naomi. Seperti apa yang pernah Haris katakan padanya, Nadya akhirnya mulai membiasakan diri dengan memakai pakaian Naomi. Setelah selesai bersiap, Nadya pun keluar dari apartemen, bersama Haris yang sudah menjemputnya.
"Cukup katakan apa yang ingin kamu katakan. Nggak perlu basa-basi. Meskipun kamu membantu Naomi, tapi dia memberikan bayaran yang setimpal. Lebih tepatnya ini kerja sama yang saling menguntungkan," Haris berkata saat mereka masih berada dalam perjalanan.
Nadya terkesiap. Dari perkataan Haris, Nadya bisa menilai bahwa jurang pemisah antara dirinya dan Naomi sangatlah dalam, bahkan untuk sekedar mengobrol pun sulit dilakukan.
Begitu sampai di rumah sakit, Haris mengantar Nadya ke ruangan Naomi. Saat pintu ruangan itu dibuka, Nadya langsung melihat sosok Naomi sedang duduk bersandar di sandaran ranjang, tapi wajah perempuan itu dibalut perban, hingga hanya menyisakan mata dan mulutnya.
"Ini Nadya, orang yang pengen banget ketemu sama kamu," kata Haris.
Naomi menganggukkan kepala.
"Waktu kamu hanya lima belas menit," kata Haris lagi.
Nadya setuju. Haris kemudian mempersilakan Nadya untuk duduk di sofa, sementara itu dirinya memilih untuk keluar ruangan.
Suasana ruangan itu lengang, hingga beberapa saat kemudian Nadya mulai membuka mulutnya.
"Sebenarnya ada banyak yang pengen aku omongin, tapi aku bingung harus mulai dari mana," kata Nadya, terdengar tidak enak hati.
Mendengar itu Naomi menggelengkan kepalanya, lalu menggerakkan tangan untuk mempersilakan Nadya mengatakan apa yang ingin dia sampaikan.
Nadya tersenyum tipis, "Terima kasih banyak karena mau ketemu aku di saat kondisi kamu sendiri lagi nggak baik-baik saja. Aku turut sedih melihat keadaanmu kamu sekarang, Naomi, dan semoga kamu cepat sembuh. Aku tahu mungkin ini bukan waktu yang pas, tapi aku pengen berterima kasih karena sudah mempercayaiku buat melakukan pekerjaan ini. Aku janji, aku akan kerja keras supaya rencana kita nggak ketahuan dan kamu bisa fokus sama perawatan," Nadya berkata dengan sangat hati-hati, berharap kalimat yang dia lontarkan tidak menyinggung perasaan Naomi.
Melihat Naomi menyungging sudut bibir sambil menganggukkan kepala, Nadya akhirnya bisa bernapas lega. Waktu lima belas menit yang Nadya kira tidak akan cukup untuk menyampaikan isi pikirannya, ternyata berjalan lebih lama dari apa yang dia duga. Alhasil, ketika semuanya sudah tersampaikan, Nadya tiba-tiba menjadi kikuk.
Naomi tidak banyak memberi reaksi selain tersenyum dan menganggukkan kepala. Mungkin karena dia tahu pekerjaannya tidak mudah dan Nadya bila melakukannya dengan baik, makanya dia tidak menuntut apa-apa. Itu yang setidaknya Nadya pikirkan melihat reaksi Naomi.
"Kalau begitu aku pamit dulu. Ada banyak hal yang harus aku persiapkan untuk gala premier besok."
Lagi-lagi Naomi hanya merespons dengan senyuman tipis dan anggukkan kepala, membuat Nadya tidak enak hati karena telah mengganggu waktu istirahat perempuan itu. Nadya pun segera keluar dari ruangan.
Karena tak menemukan Haris di koridor rumah sakit, Nadya beranjak ke luar gedung, mencari laki-laki itu yang entah ke mana perginya. Sambil menunggu Haris datang, Nadya mengirimkan pesan, memberitahu Haris di mana dia berada.
"Pak Haris, saya mau ke toilet sebentar, nanti saya balik ke tempat ini, bangku panjang lobi utama."
Begitu menekan tombol kirim, Nadya lantas beranjak dari kursi tunggu rumah sakit, melenggang ke toilet untuk menyelesaikan urusannya. Begitu beres Nadya segera keluar dari bilik toilet, tapi dia mengurungkan niatnya saat mendengar obrolan di depan cermin.
"Besar juga bayarannya, pantas saja orang itu mau jadi Naomi. Kerja sebentar saja sudah dibayar banyak."
Nadya mengintip orang yang menyebut nama Naomi dari balik pintu bilik toilet. Dia melihat seorang perempuan berpakaian perawat rumah sakit sedang membantu seseorang melakukan kesibukan.
Nadya mengerutkan dahi mendengar perkataan itu, apakah perawat itu sedang membicarakan dirinya? Bagaimana bisa perawat itu tahu kalau dia sedang menggantikan Naomi? Jantung Nadya berdegup kencang seketika. Apakah dia sudah ketahuan? Nadya harap-harap cemas, berdoa supaya apa yang dia khawatirkan tidak benar-benar terjadi.