Nadya kembali tidak bisa tidur pada malam harinya, dia terus memikirkan mengapa Haris membohonginya. Jika Naomi tidak operasi untuk memperbaiki penampilannya, lalu ke mana perempuan itu? Mengapa dia tidak muncul saat seseorang menggantikan dirinya? Nadya yakin kalau berita mengenai perilisan film sudah beredar di internet dan televisi jauh-jauh hari sejak konferensi pers itu dilakukan. Nadya yakin Naomi pasti tahu kapan film itu akan naik ke permukaan, tapi kenapa perempuan itu bahkan tidak menampakkan batang hidungnya? Kalaupun seandainya Naomi punya kepentingan lain atau memang tidak mau bertemu dengannya, lantas mengapa manajemen harus berbohong atas namanya? Bahkan dengan ibunya sendiri? Apa alasan manajemen menyembunyikan keberadaan Naomi? Pertanyaan-pertanyaan itu membuat Nadya pusing bukan kepalang.
Nadya kira melakukan penyamaran di hadapan publik sudah menjadi tantangan terbesar dalam pekerjaannya, tapi nyatanya setiap hari dia dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Pertanyaan yang membuat dia terus menanyakan apakah yang dia lakukan benar atau tidak. Dalam situasi seperti ini, Nadya benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Karena Nadya tidak bisa lagi menanyakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu pada Haris, akhirnya Nadya bertindak sendiri, mencari jawaban mengapa dia harus menggantikan Naomi, serta mencari di mana keberadaan perempuan itu. Langkah pertama yang Nadya lakukan adalah dengan menguping pembicaraan Haris dengan orang-orang dari manajemen saat laki-laki itu mampir ke apartemen keesokan harinya, barang kali Nadya bisa menemukan informasi yang ingin dia cari.
"Setelah meet and greet bersama penggemar, kamu akan libur selama seminggu. Jadi gunakan waktu itu sebaik mungkin untuk istirahat. Jangan buat onar dengan keluyuran di luar, ingat kamu lagi nggak jadi diri sendiri," kata Haris setelah menyerahkan komputer tablet berisi jadwal terbaru Naomi.
Mendengar itu Nadya memekik kegirangan dalam hati karena akhirnya dia bisa menikmati waktunya, tapi di sisi lain dia merasa kesal karena dalam kurun waktu tersebut Nadya tidak bisa bertemu dengan Haris. Yang mana itu artinya Nadya tidak bisa memantau apa yang dilakukan laki-laki itu.
Setelah berkata seperti itu, ponsel Haris bergetar. Karena tidak segera diangkat, Nadya berinisiatif untuk menjauh. Kesempatan ini pun Nadya gunakan untuk menguping pembicaraan Haris di telepon.
"Jadi kamu belum menemukan babi tambang saya? Harus berapa lama waktu yang saya kasih untuk menemukan babi tambang saya? Kamu nggak tahu betapa berharganya babi tambang itu bagi hidup saya? Saya nggak peduli dengan kesulitan yang kamu alami, yang saya mau tahu cuma kabar babi tambang saya. Mengerti! Cepat cari lagi! Saya nggak mau menerima alasan apapun itu," Haris berteriak di telepon, membuat Nadya terjingkat mendengar suara laki-laki itu. Setelah marah-marah di telepon, Haris lantas mengatur napasnya kembali supaya bisa lebih rileks.
Melihat itu Nadya hanya mendengus sebal sambil mengerlingkan bola matanya malas. Dia kesal karena di saat dirinya dipusingkan oleh kebohongan yang dilakukan Haris, laki-laki itu malah mengkhawatirkan Babi tambangnya. Jenis hewan yang entah bagaimana rupanya. Nadya tebak pasti babi tambang itu sangat jelek, suka berbohong seperti yang punya.
Percakapan Haris di telepon yang Nadya harapkan dapat memberinya informasi mengenai keberadaan Naomi atau alasan mengapa Haris membohonginya pun berakhir sia-sia. Haris tidak mengatakan apa pun lagi sampai akhirnya dia pamit pulang.
Namun, Nadya tak lantas menyerah begitu saja. Perempuan itu membuntuti Haris saat laki-laki itu hendak melangkah ke parkiran mobil. Nadya membiarkan Haris turun melalui elevator sementara dirinya lari menuruni anak tangga darurat. Dengan napas tersengal-sengal, Nadya akhirnya bisa mengejar kecepatan laki-laki itu. Nadya mengendap-endap dan bersembunyi di antara mobil dan pilar bangunan. Saat laki-laki itu hendak membuka pintu mobil, Nadya segera mengintip, lalu bersembunyi saat Haris sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri. Nadya pikir Haris akan segera masuk mobil dan meninggalkan gedung apartemen itu, tapi Haris malah menutup pintu mobilnya kembali, dia justru berjalan menuju minimarket yang ada di lantai basemen.
Karena Nadya tidak ingin usahanya hanya bertahan sampai di situ, perempuan itu lalu kembali melangkahkan kakinya menuju minimarket, menyembunyikan dirinya sedemikian rupa supaya Haris tak melihatnya, apalagi mencurigainya. Saking penasarannya dengan apa yang dilakukan Haris di minimarket itu, Nadya bahkan ikut masuk ke sana, bersembunyi di antara rak makanan yang disusun rapi.
Di sana Nadya melihat Haris mengambil minuman dari dalam lemari pendingin, menuju kasir dan meminta sebungkus rokok. Laki-laki itu segera melakukan transaksi setelah apa yang dia butuhkan terpenuhi.
Dilihat dari ekspresinya, Nadya tampak kecewa karena dia kembali tak menemukan informasi apa-apa. Nadya mendengus sambil menepuk rak yang ada di hadapannya sebagai reaksi atas kekecewaannya, tapi Nadya tidak menyangka jika reaksi alamiah dalam dirinya itu seketika membuat dirinya gelagapan, pasalnya Nadya menepuk rak itu cukup keras, bahkan tepukan itu lebih terdengar seperti pukulan, hingga membuat makanan ringan yang ada di rak jatuh berhamburan. Karena keteledorannya itu, Nadya segera bersembunyi di bawah rak saat kasir dan Haris hendak menoleh ke arah dirinya.
Karena tidak ingin membuat keributan, Nadya lantas mengambil makanan-makanan itu, kemudian menyusunnya kembali ke atas rak sambil mengendap-endap. Untungnya saat Nadya mengintip melalui sela-sela rak, Haris tak begitu peduli atas kekacauan yang telah terjadi, jadi Nadya bisa menghela napas lega.
Namun, sialnya apa yang Nadya lakukan sedari tadi, dari masuk minimarket sampai menjatuhkan makanan ringan dari rak itu menarik perhatian Batara, laki-laki yang beberapa hari ini selalu merecokinya dengan pertanyaan-pertanyaan menjengkelkan hingga membuat Nadya terpaksa membongkar identitasnya yang sebenarnya. Dalam hati Nadya menggerutu mengapa laki-laki itu selalu muncul di hadapannya.
"Kamu ngapain bertingkah mencurigakan kayak begitu?" tanyanya dengan kening berkerut dan tatapan menyelidik. Di tangannya ada satu buah cup mie instan dan minuman bersoda yang masing-masing masih tersegel rapi.
Bukannya menjawab pertanyaan Batara, Nadya justru menarik laki-laki itu untuk segera merunduk, ikut bersembunyi bersamanya supaya tidak ketahuan oleh Haris.
"Kenapa dari tadi,"
Belum sempat Batara menyelesaikan ucapannya, Nadya segera membekap mulut laki-laki itu dengan telapak tangannya. Batara hendak protes dengan apa yang Nadya lakukan padanya, tapi akhirnya menurut saat perempuan itu melemparkan tatapan tajam sambil menaruh jari telunjuk di bibirnya. Dalam bekapan Nadya, Batara tampak mengerlingkan bola matanya malas, tapi Nadya tidak peduli, dia terus memantau pergerakan Haris yang masih menyelesaikan urusannya di meja kasir.
Begitu Haris keluar dari minimarket, Nadya melepas Batara begitu saja. Dia kembali mengendap-endap mengikuti ke mana arah Manager Naomi melangkahkan kaki. Meski sudah cukup usaha untuk membuntuti Haris, tampaknya dewi keberuntungan masih belum berpihak kepada Nadya.
Benar-benar nihil. Haris masuk mobil, lalu mengendarai kendaraannya meninggalkan gedung apartemen.
Nadya mengeluh, sekarang dia harus mencari cara lain untuk mengetahui mengapa Haris berbohong padanya, juga mencari alasan sebenarnya mengapa dia harus menggantikan Naomi.
Nadya balik badan, tapi dia langsung memekik terkejut saat melihat Batara tiba-tiba berdiri di belakangnya.
"Bukannya kamu lagi pura-pura jadi Naomi? Tapi kenapa malah membuntuti Manager Naomi?" Batara bertanya penasaran.
Karena merasa tidak punya tanggung jawab untuk menceritakan kegelisahannya, Nadya pun memilih mengacuhkan laki-laki itu, melangkahkan kakinya dari hadapan Batara. Namun, baru beberapa langkah Nadya beranjak dari tempat itu, Batara lebih dulu menahan tangan Nadya.
"Di mana Naomi? Kenapa kamu bilang ingin mencari Naomi? Kamu melakukan penyamaran tanpa sepengetahuan Naomi?" Mata Batara melotot, cengkeraman tangannya juga semakin mengeras hingga membuat otot-otot Nadya tampak menegang. "Kamu tahu nggak sih sama apa yang kamu lakuin? Pembohongan publik! Penipuan! Kamu bahkan melakukan ini tanpa izin dari orang yang bersangkutan."
Nadya menoleh sekeliling. Untung saja tidak ada siapapun selain mereka berdua, jadi dia bisa sedikit bernapas lega, tapi di sisi lain Nadya harus membungkam orang yang menjadi ancamannya. Karena tidak ingin Batara berkata seenaknya lagi tanpa tahu situasi yang telah terjadi, Nadya pun menarik kerah jaket kulit laki-laki itu.