Begitu sampai di apartemen Nadya langsung menggeledah kamar Naomi untuk mencari sesuatu yang disebut sebagai bukti. Meski Nadya sendiri tidak tahu apa wujud bukti tersebut, perempuan itu tetap mencari sesuatu yang tampak mencurigakan. Pengalamannya yang pernah menemukan paspor Naomi secara tidak sengaja, membuat tingkat kepercayaan dirinya naik sekian persen.
Nadya menggeledah laci-laci di ruangan itu, menyingkap bantal tidur hingga menengok ke bawah kasur, tapi dia tidak menemukan apa-apa. Nadya lantas pergi ke ruang tengah, ruang tamu, dan ruang ganti, mencari di dalam laci-laci namun tak kunjung dia temukan. Nadya mengacak-acak rambutnya frustrasi sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu. Nadya berpikir keras dan menebak-nebak bukti apa yang dimaksud Marisa dalam rekaman itu, tapi tetap saja dia tidak menemukan jawaban.
Ruangan itu lengang. Nadya tenggelam dalam pikirannya sendiri hingga bunyi bel membuyarkan lamunan perempuan itu. Karena bisa menebak siapa yang datang ke apartemen malam-malam begini, seketika Nadya beranjak dari tempat duduk dan membukakan pintu.
Dipasangnya senyum manis di bibir Nadya begitu wajah Haris tampak dari balik pintu.
"Eh, Pak Haris datang. Bukannya jadwal saya hari ini libur, ya? Apa ada yang salah, Pak? Semua perintah sudah saya lakukan," Nadya berkata sambil menyingkir dari ambang pintu, memberikan akses jalan pada Haris. Awalnya Nadya pikir laki-laki itu datang sendiri atau bersama Marisa, tapi dia ternyata datang bersama dengan Aini, tutor yang pernah mengajarinya. Nadya pun menatap mereka tidak mengerti.
"Iya. Kamu ada salahnya, makanya saya datang ke sini bersama tutor yang pernah mengajari kamu."
Dada Nadya langsung meratap. Apa kecerobohan yang dia lakukan kali ini hingga membuat tutornya kembali datang ke apartemen? Apakah kecerobohannya berkaitan dengan penyelidikan yang dia lakukan bersama Batara? Kepala Nadya berisik, penuh dengan pertanyaan. Namun, kalau dari perkataan Haris, seharusnya apa yang dia lakukan bersama Batara tidak berhubungan, lantas apa yang membuat mereka datang ke apartemen? Apa kesalahan yang Nadya lakukan?
"Saya salah apa, Pak Haris?" Nadya menatap mereka bergantian, harap-harap cemas, dalam hati dia berdoa agar kesalahannya tidak berakibat fatal.
Haris menodongkan komputer tablet pada Nadya lantas merebahkan dirinya di sofa ruang tamu.
"Baca artikel itu, nanti juga kamu tahu apa kesalahan yang harus kamu perbaiki."
Nadya yang masih tidak mengerti pun lantas menatap komputer tablet yang ada di tangannya.
Dia menghela napas lega karena setidaknya apa yang dia khawatirkan tidak benar-benar terjadi. Meski begitu apa yang tertulis di artikel sedikit banyak membuat hati Nadya dirundung keresahan.
RAMAI DIBAHAS, PENGGEMAR CURIGA NAOMI SALIM YANG AKHIR-AKHIR INI MUNCUL DI PUBLIK BUKANLAH NAOMI SALIM.
BODY LENGUAGE TIDAK SEPERTI BIASANYA, GERAK-GERIK NAOMI SALIM DI VIDEO TERBARU TUAI SOROTAN.
DIDUGA JALANI OPERASI PLASTIK, PENAMPILAN NAOMI SALIM TUAI PRO-KONTRA.
MEMBANTAH ISU OPERASI PLASTIK, MANAJEMEN SEBUT PERBEDAAN WAJAH NAOMI SALIM HANYA KARENA GANTI GAYA MAKE-UP.
BUKAN KARENA MAKE-UP, PENGGEMAR JUSTRU DISKUSIKAN TENTANG TEORI KONSPIRASI NAOMI SALIM.
"Serius ada konspirasi kayak gini juga di negara kita?"
"Konspirasinya aneh, tapi masuk akal."
"Pekara bahasa tubuh, langsung dibilang bukan Naomi Salim. Nggak ada berita lain kah sampai kayak gini saja dijadiin artikel."
"Aneh nggak, sih, kalau sekarang suara Naomi lebih ringan. Apa kupingku doang ya yang bermasalah."
Begitulah headline berita beserta komentar netizen di internet yang memuat artikel tentang Naomi Salim. Dalam artikel tersebut, mereka membandingkan antara Naomi yang asli dan Nadya yang berpura-pura menjadi Naomi. Netizen di internet dengan teliti melingkari perbedaan cara Naomi berinteraksi dengan penggemarnya, seperti cara berjabat tangan dan melambaikan tangan pada penggemar. Mereka membandingkan bahwa Naomi yang sekarang memiliki perbedaan dengan Naomi yang dulu. Mereka juga menyoroti bagaimana reaksi Batara saat video gala premier tersebar dan menjadi viral.
Mengetahui artikel itu menjadi topik panas di dunia maya, Nadya akhirnya tahu alasan mengapa Haris dan tutornya datang ke apartemen, tak lain adalah karena mereka ingin Nadya belajar lebih keras lagi untuk berperilaku seperti Naomi.
"Sekarang kamu tahu masalahnya, kan?" lanjut Haris.
Nadya menganggukkan kepala.
"Jatah libur kamu harus digunakan untuk belajar. Saya nggak mau tahu, begitu kamu muncul di hadapan publik, nggak ada lagi artikel-artikel semacam ini. Tonton video Naomi sebanyak mungkin supaya kamu tahu bahasa tubuh dia."
"Iya, Pak."