(a)NN

Luckie
Chapter #14

Part 14

Nadya pikir waktu liburnya akan dia gunakan untuk istirahat dan bertemu keluarganya, tapi kenyataan yang dia terima adalah harus belajar dan belajar. Setelah pertemuannya dengan Batara, dia tidak punya jadwal lain selain berlatih untuk menjadi Naomi di hadapan publik. Rencananya bersama Batara untuk menemui mantan asisten pribadi Naomi telah ditetapkan beberapa hari ke depan. Nadya mendapat kabar itu pada malam setelah Batara datang ke apartemen. Nadya juga sudah mencari waktu yang pas agar pertemuan mereka tidak berbenturan dengan jadwal syuting.

Dan ketika hari itu tiba, setelah menyelesaikan pekerjaannya, Nadya menghubungi Batara untuk datang menjemputnya. Setelah itu mereka pergi bersama.

"Aku harus gimana supaya orang yang namanya Mbak Dewi itu percaya kalau aku ini Naomi?" Nadya bertanya, tampak ragu. Dia takut kalau orang yang akan dia temui itu sadar kalau dirinya bukanlah Naomi yang sebenarnya.

"Kita harus jujur," Batara menjawab mantap. Pandangannya lurus ke depan, seolah memberi keyakinan bahwa apa yang dia lakukan itu benar.

"Jujur? Gimana kalau ternyata dia berkomplot sama mereka? Kamu tahu nggak apa akibatnya kalau penyelidikan kita terbongkar?" Nadya tampak sangat cemas, dia lalu melanjutkan, "aku bisa langsung ditendang sama mereka. Aku harus balikin uang sebanyak itu dan para lintah darat itu akan datang ke rumahku."

Batara mengerlingkan bola matanya malas. "Kamu bisa diam dulu, nggak?"

"Gimana aku bisa diam? Kamu bikin rencana yang nggak masuk akal. Ini sama saja keluar kadang singa, masuk kadang macan."

Batara melirik sekilas, lalu menghentikan mobil ketika rambu-rambu lalu lintas menyala merah,"Nggak bakal ketahuan, Nadya."

Melihat Nadya hendak protes, Batara lebih dulu melanjutkan ucapannya, "Kalau dari foto yang aku lihat mereka sangat akrab. Fotonya nggak banyak, tapi kedekatan mereka lebih baik dari pada kedekatan Naomi bersama orang-orang itu. Aku yakin dia bisa beri petunjuk sekecil apapun."

Meski tampak ragu, Nadya berusaha untuk tetap percaya pada Batara. Biar bagaimana pun pencarian Naomi sampai ditahap ini juga berkat bantuan laki-laki itu. Kalau bukan karena Batara, mungkin pencarian Nadya masih jalan di tempat. Atau mungkin lebih parahnya lagi karena kecerobohannya, gelagatnya sudah diketahui oleh Haris.

Perjalanan menuju rumah mantan asisten Naomi tidak membutuhkan waktu lama. Setelah menempuh waktu sekitar empat puluh menit, keduanya akhirnya sampai ke tempat tujuan. Batara memarkirkan mobilnya di depan minimarket, kemudian keluar dan berjalan menuju salah satu gang. Sementara Nadya hanya bisa mengekor di belakang laki-laki itu.

Kedatangan mereka di sambut oleh seorang perempuan pertengahan tiga puluhan yang berdiri di depan pagar.

"Mas Batara," katanya.

Batara membuka maskernya lalu tersenyum ramah. Karena keduanya menutupi wajah menggunakan topi dan masker sejak keluar mobil maka kehadiran Nadya pun tidak disadari perempuan itu.

"Saya pakai ini biar nggak menarik perhatian orang-orang sekitar," Batara menjelaskan.

Perempuan itu hanya menanggapi dengan menyungging sudut bibirnya. Dia lalu membuka pintu gerbang. Baru saat Nadya ikut masuk, perempuan itu tampak mengerutkan keningnya, tidak mengerti, "Siapa?"

"Oh, nanti saya bisa jelaskan," kata Batara lagi.

Perempuan itu menganggukkan kepala, lalu mempersilakan mereka untuk masuk ke dalam.

Sambil menunggu perempuan itu berjibaku di dapur, mata Nadya menjelajah isi ruangan. Bangunan itu mengingatkan Nadya pada rumah milik orang tuanya, rumah kontrakan sempit yang dihuni oleh banyak kepala. Kalau dipikir-pikir sudah lama juga Nadya tidak pulang ke rumah, bercengkerama dengan keluarga untuk sekedar mengobrol apa saja yang dilakukan seharian penuh, atau juga menjahit pakaian sekolah adik-adiknya yang sudah mulai usang. Namun sekarang tidak lagi, Nadya sudah memenuhi kebutuhan mereka setidaknya sampai beberapa bulan ke depan. Juga ayahnya yang tidak perlu lagi buru-buru membayar uang sewa.

Lihat selengkapnya