Abada

Yaraa
Chapter #18

18. Berkumpul

Juli dan Evan terus berlari hingga akhirnya keduanya terpaksa berhenti karena nafas mereka terasa terbakar. Evan membungkukkan badan, kedua tangannya bertumpu di lutut, berusaha mengatur napas yang tersengal. Sementara itu, Juli sesekali menoleh ke belakang, jantungnya berdegup kencang, khawatir makhluk tadi masih membuntuti.

"Tadi itu apa Jul?" tanya Evan berusaha menenangkan diri sesekali menengok ke belakang.

"Ya... Genteng."

"Iya genteng tapi kenapa mereka punya kaki terus ngejar kita?" tambah Evan tidak mengerti.

"Mungkin kamu ancaman bagi mereka."

Evan tercengang menunjuk dirinya sendiri. Dia tidak melakukan apapun apalagi memunculkan hal berbahaya namun perkataan Juli membuatnya kepikiran.

"Daddy!" pekik Adel tiba-tiba sambil merentangkan kedua tangannya ingin memeluk Evan karena kangen berat setelah terpisah.

Evan membentangkan jarak. "Sebentar kamu siapa?" tanyanya curiga.

Adel cemberut. "Ih Daddy baru aja beberapa menit ditinggal anaknya malah dilupain sakit... hati Adela."

"Kamu beneran Adel?" Evan memperhatikan Adel dengan seksama untuk jaga-jaga supaya tidak masuk jebakan yang kesekian.

"Ini namanya kak Gendis kalau Daddy lupa juga." Adel menarik Gendis agar mendekat.

"Kok Gendis makin dingin, Del?" Evan beralih memperhatikan Gendis tak mengeluarkan sepatah katapun ya sekadar membela diri agar Evan makin yakin kedua anaknya memang asli.

"Tadi Adel masukin kulkas dulu hehe." Adel cengengesan menanggapi gurauan Evan.

"Kamu ini!" Evan ikut tertawa lalu memeluk Adel dan Gendis diikuti Juli.

"Kalian darimana tadi?" Juli bersuara setelah melepaskan pelukan. Dia khawatir anak-anaknya menemui hal berbahaya tanpa dirinya ketahui.

"Abis nyari barang eh ketemu mom," jawab Adel antusias. Ternyata tidak sia-sia menerapkan ilmu abal-abal mencari jalan.

"Barang apa? Barangkal?" sahut Evan menimpali karena sejauh ini dia masih kebingungan oleh semuanya.

"Koper keluarga kita ternyata isinya aman terkendali."

"Syukurlah," ujar Evan dan Juli bersamaan.

Ternyata tidak perlu mencari karena pada akhirnya akan datang sendiri. Evan sangat berterimakasih pada Sang Pencipta telah mempermudah segala urusannya walaupun belum diberikan petunjuk lanjutan supaya benar-benar bisa keluar dari kota ini.

"Dis, coba kamu sulap lagi," saran Evan mengingat kekuatan Gendis pas pertama kali akan membantu disaat situasi sekarang.

"Sulap? Emangnya kak Gendis pak Tarno eh bukan deh yang gak ngomong itu siapa namanya, dad?" Adel meminta bantuan.

"Nggak kenal."

Lihat selengkapnya