Blurb
Sejak menjadi santriwati di Pesantren Wahab Chasbullah, Sofi hanya menyimpan satu harapan: menanti kepulangan Gus Isan, putra sang kiai, yang berjanji akan meminangnya sepulang dari Mesir. Namun waktu terus berlalu, sementara janji tak kunjung menjadi kenyataan. Di tengah desakan keluarga agar segera menikah, Sofi dihadapkan pada Farhan, sosok yang tampak lebih siap menjadi pendamping hidupnya.
Saat Sofi mulai menerima arah hidup yang baru, takdir kembali mempertemukannya dengan keluarga ndalem. Kepulangan Gus Isan, sakitnya Kiai Ma'ruf, dan hadirnya Ning Ulya membuat pilihan yang semula tampak sederhana berubah menjadi simpul yang sulit diurai. Di antara janji, bakti kepada orang tua, dan cinta yang tak pernah benar-benar usai, Sofi harus menentukan jalan hidupnya.
Mampukah penantian yang telah mengorbankan begitu banyak waktu berakhir dengan kebahagiaan? Ataukah cinta memang tidak selalu ditakdirkan untuk dimiliki?