Absence

Arialdi Kaspari
Chapter #4

Tanda-tanda Awal

Aku berdiri di tengah rumah sendirian. Tidak ada suara dari anak-anak, tidak ada langkah kaki Raka, bahkan tidak ada bunyi angin. Semuanya terlalu diam.

“Raka?” panggilku.

Tidak ada jawaban.

Aku berjalan ke ruang tamu. Lampu menyala redup seperti biasa, tapi ada sesuatu yang berbeda.

Di lantai—tepat di bawah tangga—ada sesuatu yang tidak pernah kulihat sebelumnya. Sebuah boneka tua. Kecil, dengan kain yang sudah kusam.

Aku berhenti.

“Ini… punya siapa?” gumamku.

Aku yakin ini bukan milik Alya. Bukan juga Bima.

Aku melangkah mendekat, lalu menunduk untuk melihat lebih jelas. Tiba-tiba suara tawa kecil terdengar dari atas. Aku langsung menoleh ke arah tangga. Kosong. Tapi suara itu terasa dekat. Terlalu dekat.

“Siapa di sana?” suaraku mulai bergetar.

Aku mundur satu langkah. Dan saat itulah aku menyadari—ruangan ini tidak lagi sama.

Di sofa, ada pakaian anak-anak yang tidak kukenal. Di kursi sudut, ada tas kecil lusuh. Di meja makan, ada piring yang bukan milik kami. Barang-barang itu muncul begitu saja. Seolah rumah ini sedang “mengisi” dirinya dengan sesuatu yang bukan milik kami.

Napas ku mulai tidak teratur.

“Raka!” aku berteriak.

Tidak ada jawaban.

Aku berlari ke dapur. Dan di sana, aku melihat sosok anak kecil berdiri membelakangiku. Diam. Tidak bergerak. Tubuhku langsung kaku.

“Alya?” panggilku pelan.

Tidak ada respon.

Lihat selengkapnya