Absence

Arialdi Kaspari
Chapter #5

Foto Keluarga Aneh

Pagi itu, aku tetap melakukan rutinitas seperti biasa—menyiapkan sarapan, merapikan dapur, memastikan semuanya terlihat normal. Tapi di kepalaku, sisa mimpi semalam masih menempel seperti bayangan yang belum benar-benar hilang.

“Bunda ke samping rumah dulu ya,” kataku pada Alya yang sedang duduk di ruang tamu dengan buku di tangannya.

“Iya, Bun,” jawabnya singkat.

Bima masih bermain di lantai, sibuk dengan mobil-mobilannya.

Aku keluar lewat pintu samping dapur.

Area samping rumah ternyata cukup luas, meski tidak serapi bagian depan. Tanahnya sedikit lembap, dengan beberapa pot kosong dan sisa daun kering yang menumpuk di sudut. Ada dinding pembatas tinggi, membuat area ini terasa lebih tertutup—lebih sunyi.

Aku mulai menyapu pelan. Gesekan sapu dengan tanah terdengar jelas, terlalu jelas di tengah keheningan itu.

Aku berhenti sejenak. Entah kenapa, tempat ini terasa berbeda. Bukan asing, tapi seperti pernah aku datangi.

Aku mengerutkan kening, mencoba mengabaikan perasaan itu, lalu melanjutkan bersih-bersih. Sampai—

“Bunda!” Suara Alya dari dalam rumah. Nada suaranya tidak panik, tapi cukup mendesak.

Aku langsung menoleh. “Iya?”

“Bisa ke atas sebentar?”

Aku meletakkan sapu. “Ada apa?”

“Bunda lihat sendiri aja.”

Jawaban Alya membuat dadaku sedikit mengencang.

Aku masuk kembali ke dalam rumah, lalu naik ke lantai dua. Alya sudah menungguku di depan kamarnya.

“Ada apa?” tanyaku.

Dia tidak langsung menjawab, hanya membuka pintu kamarnya lebih lebar.

“Aku nemu ini,” katanya pelan.

Lihat selengkapnya