Absence

Arialdi Kaspari
Chapter #8

Ketegangan dengan Raka

Malam itu Raka baru pulang dari rumah sakit. Ia merasa sakit kepala sejak kembali dari kerjanya tadi siang. 

Aku sudah menunggu di ruang tamu, duduk di sofa dengan tangan saling menggenggam tanpa sadar. Televisi menyala tapi tidak benar-benar kutonton. Rumah terasa terlalu sunyi sejak Alya dan Bima tidur lebih awal.

Raka masuk sambil melepas sepatu.

“Anak-anak sudah tidur?” tanyanya tanpa menoleh.

“Sudah.”

Dia mengangguk, lalu berjalan ke dapur mengambil air minum seperti biasa. 

“Gimana? Apa kata dokter?”

“Nggak apa-apa, cuma sakit kepala biasa. Kata dokter aku terlalu kecapekan.”

“Syukurlah,” ucapku lembut.

Semua terlihat normal. Terlalu normal. Dan mungkin justru itu yang membuatku semakin gelisah.

Aku menunggu sampai dia kembali dan duduk di sampingku.

“Sayang,” panggilku pelan.

“Hm?”

Aku ragu sejenak. Kata-kata yang ingin kuucapkan terasa berat di mulut.

“Tadi Bima ngomong lagi soal Arga.”

Tangannya yang memegang gelas berhenti sebentar. Hanya sebentar. Lalu dia minum lagi seperti tidak terjadi apa-apa.

“Anak seusia itu memang lagi suka ngarang,” jawabnya datar.

Aku menatapnya.

“Dia nggak cuma ngarang,”

Raka menoleh sekarang. Alisnya sedikit mengernyit.

“Maksud kamu?”

Lihat selengkapnya