Absence

Arialdi Kaspari
Chapter #14

Interaksi Nyata dengan Arga

Beberapa menit setelah Raka pergi, rumah kembali terasa sunyi. Aku masih duduk di tepi kasur sambil mencoba meyakinkan diriku sendiri bahwa semuanya memang hanya kebetulan.

Arga tidak ada. Aku tidak pernah melahirkan anak bernama Arga. Foto itu bukan anakku. Surat rumah sakit itu bukan bukti apa-apa, dan Raka tidak mungkin berbohong kepadaku.

Aku mengusap wajah lalu menarik napas panjang.

“Sudah,” gumamku pelan kepada diri sendiri. “Jangan dipikirkan lagi.”

Aku bangkit dari tempat tidur dan keluar kamar.

Dari ruang tengah terdengar suara Bima sedang bermain. Sesekali ia tertawa sendiri. Aku berjalan ke sana dan mendapati Bima duduk di lantai dengan beberapa mobil-mobilan berserakan di depannya.

Aku tersenyum kecil.

“Bima.”

Bima menoleh.

“Iya, Bun?”

“Kamu lagi main apa?”

“Balapan.”

“Sendirian?”

Bima menggeleng.

“Nggak.”

Aku melihat ke sekeliling.

“Terus sama siapa?”

Bima menunjuk ke sebuah mobil-mobilan berwarna merah yang terletak di depannya.

“Sama Kak Arga.”

Langkahku langsung terhenti. Senyum di wajahku perlahan menghilang. Aku berusaha tidak menunjukkan apa-apa.

“Bima…”

“Iya?”

“Siapa?”

Bima menatapku seolah pertanyaanku aneh.

“Kak Arga.”

Dadaku tiba-tiba terasa sesak. Aku memaksa tertawa kecil.

“Oh…”

Aku duduk di sofa.

“Kak Arga ada di mana?”

Bima menunjuk ke sisi kosong di sebelahnya.

“Di sini.”

Aku menatap tempat yang ditunjuknya. Tidak ada siapa-siapa. Hanya lantai kosong.

“Bima…”

“Iya?”

“Jangan bercanda.”

“Aku nggak bercanda.”

Bima kembali menunduk dan memainkan mobilnya.

Aku memperhatikannya beberapa detik.

“Bima.”

“Iya?”

Lihat selengkapnya