Absence

Arialdi Kaspari
Chapter #20

Percakapan dengan Arga

Aku tidak bergerak. Sepasang mata itu masih berada di balik celah pintu. Kecil. Diam. Menatapku.

Aku tahu seharusnya aku mundur. Aku tahu seharusnya aku berteriak memanggil Raka. Tapi tubuhku seperti terkunci.

“Arga…”

Nama itu keluar dari bibirku hampir tanpa suara. Mata itu berkedip. Sekali. Kemudian perlahan menghilang dari balik pintu.

“Arga!”

Aku berlari ke arah pintu. Namun sebelum sempat mencapainya, Raka menarik lenganku.

“Jangan!”

Aku menepis tangannya.

“Lepaskan!”

“Sayang, jangan ke sana!”

Aku menatapnya dengan marah.

“Aku melihatnya!”

“Bukan itu masalahnya.”

“Lalu apa?”

Raka tidak menjawab. Aku menunjuk ke arah lorong.

“Dia ada di sana!”

Raka melihat ke luar. Lorong kosong. Tidak ada siapa-siapa. Aku kembali menatapnya.

“Kau melihatnya juga?”

Raka diam. Aku langsung tahu jawabannya.

“Kau melihatnya.”

“Sayang…”

“Kau juga melihat Arga.”

Ia menutup mata sebentar. Aku merasakan sesuatu di dalam diriku runtuh. Selama ini aku mengira hanya aku yang mengalami semua ini. Aku mengira hanya aku yang melihat bayangan, mendengar suara, dan merasakan kehadiran seseorang yang tidak seharusnya ada. Ternyata Raka tahu. Mungkin sejak awal.

“Sudah berapa lama?” tanyaku.

“Sayang, bukan seperti yang kamu pikirkan.”

“Lalu seperti apa?”

Raka tidak menjawab. Aku berjalan keluar ruang kerja.

Lihat selengkapnya