ADA

Rian Nugraha
Chapter #1

Prolog

Gelap. Begitu pekat hingga mata kehilangan arti. Tidak ada utara atau selatan, tidak ada langit yang melindungi, tidak ada tanah yang menopang. Hanya hamparan kehampaan yang berdenyut pelan, seperti napas makhluk yang tak terlihat namun keberadaannya merayap di setiap celah kesadaran.

Kesunyian bukan sekadar diam. Dia adalah kekosongan yang menelan suara, warna, bahkan ingatan. Udara, jika itu memang ada, terasa beku, seperti menunggu sesuatu yang tak kunjung tiba. Di tengah lanskap tanpa ujung itu, seorang pemuda mengambang. Tubuhnya tidak menapak, bayangannya pun tak ada. Dia diam, seolah waktu telah berhenti hanya untuknya.

Tidak ada jeruji, tidak ada rantai, tidak ada dinding yang menahan. Bahkan sekadar menggerakkan jemari terasa mustahil. Dia seperti terperangkap bukan oleh ruang, melainkan oleh pikirannya sendiri. Setiap kali mencoba bergerak, kesadarannya sendiri yang menyeretnya kembali ke titik semula dengan kehidupan berbeda.

Lihat selengkapnya