ADA

Rian Nugraha
Chapter #6

Duri dalam Pusaran

Pemuda itu kembali. Bukan ke ruang hampa yang dingin dan sunyi, melainkan ke sebuah kehidupan yang tampak nyata, namun penuh jebakan. Dunia ini berdenyut dalam pusaran politik, panggung besar kepalsuan.

Dia bukan siapa-siapa. Tak berlabel, tak berkuasa, hanya sosok kecil yang terlempar ke tengah samudra tipu daya.

Di kehidupannya yang panjang kali ini, dia hidup bersama seorang kakek renta. Kakek itu percaya pada janji-janji wakil rakyat. Rela meninggalkan kebunnya demi kampanye yang katanya akan membebaskan petani dari belenggu kemiskinan.

Janji hanyalah debu. Dua tahun berlalu, pupuk tak kunjung datang, lahan terbengkalai, program yang dijanjikan menguap. Hingga berita itu pecah. Wakil rakyat kesayangannya ditangkap karena korupsi.

Kakek pergi dengan dada penuh kecewa, menghadap Tuhan dengan harapan kosong.

Di hadapan nisan sederhana itu, pemuda itu berbisik getir.

“Aku tak mengerti. Mengapa kehidupan kali ini begitu lama. Ruang hampa itu tak kunjung menjemputku. Kalau begitu, aku akan berjuang. Demi rakyat. Demi keadilan yang tak pernah mereka rasakan.”

Sejak hari itu, api di dalam dirinya menyala. Dia menulis pamflet, berorasi di forum-forum kecil, membuka kedok penguasa busuk. Kata-katanya tajam, menembus telinga para pejabat yang terbiasa tidur dalam buaian tepuk tangan palsu.

Namun dunia politik bukanlah medan kebenaran. Dia adalah lumpur, tempat uang dan kuasa menjadi hukum tertinggi. Pemuda itu dianggap duri kecil. Tapi duri yang bisa melukai jika dibiarkan tumbuh.

Mula-mula dia dibujuk. Seorang politisi berlidah licin menawarkan panggung, kekuasaan, dan kenyamanan, asal mau tunduk. Dia menolak. Fitnah pun diluncurkan. Media mengabarkan dia menerima suap, merusak wajahnya di mata rakyat. Ketika fitnah tak cukup, intrik terakhir pun dijalankan.

Malam itu hujan deras. Di jalanan sepi, tubuhnya dijemput oleh orang-orang tak dikenal. Bukan untuk dibunuh dengan pisau atau peluru. Cara itu terlalu biasa, terlalu singkat. Mereka punya cara lain.

Lihat selengkapnya