Ada Apa dengan Mereka?

C R KHAN
Chapter #1

Prolog

Aku membaca pengumuman itu sekali lagi dengan seksama, tak ada yang salah dengan informasi yang tertulis disana. Tapi...

“Aku keterima mah,” kataku girang sambil memeluk tubuh Mama yang baru saja bangun tidur.

Dengan sedikit bingung, Mama tetap membalas pelukanku sambil sesekali mengucek matanya. “Syukurlah,” ucap Mama.

“Tapi, aku harus ikut pelatihan di Jawa Timur,” kataku lirih.

Selama ini, aku tidak bisa jauh dari keluarga, terutama Mama. Aku yang notabene berada di daerah Jawa Tengah ini mulai ragu. Pertama, aku belum pernah kesana dan tidak tahu daerah sama. Kedua, aku juga gak punya saudara yang tinggal disana. Tapi beda cerita kalau di Yogyakarta, Solo, atau Jakarta, ya karena aku sudah terbiasa bolak balik kesana. Selain itu, disana banyak saudara yang bisa dimintai tolong kalau saja terjadi sesuatu padaku.

“Gimana mah?” tanyaku.

“Ya jalanin aja, gapapa kok,” jawab Mama sambil tersenyum.

Kupejamkan mata, mulai berpikir. Sejujurnya aku sangat bimbang, sebab tempat pelatihan ini terletak di daerah yang sangat terpencil dengan lokasi naik turun serta berkelok-kelok. Mampukah aku?

Tapi, kesempatan ini juga tak bisa dibuang sia – sia. Sebab, sudah banyak sekali yang sudah ku korbankan dan aku juga menyelipkan harapan yang sangat tinggi untuk seleksi kerja ini. Kucoba tenangkan diri sekali lagi, mencoba membuat diriku tenang, dan mengatakan pada diriku sendiri kalau aku pasti bisa melewatinya.

Aku menyiapkan segalanya dengan cepat, sebab tak banyak yang kubawa. Memikirkan berada jauh dari keluarga selama 1,5 bulan bukanlah waktu yang sedikit, juga tak pernah aku bayangkan juga. Aku sibuk mengurus berbagai hal, kesana kemari, dan meyakinkan diri kalau semuanya akan baik-baik saja.

Tepat pukul dua siang, ojek langgananku datang menjemput. Langsung saja aku segera naik dan menuju terminal. Iya, aku naik bus ke Jawa Timur. Dan disana katanya akan dijemput oleh pelatih dari tempat Satdik yang akan aku datangi nanti. Bagus, kalau begitu aku tak perlu ke Satdik sendirian dan tampak kebingungan. Hal itu patut disyukuri.

Bus yang kutumpangi datang terlambat, yang harusnya datang pukul empat sore pas justru datang jam lima sore. Dan tentunya, waktu sampai Jawa Timur pun ikut mundur. Tapi aku mensyukurinya, sebab aku yang seharusnya sampai sana pukul setengah empat jadi jam empat lebih. Disana juga lebih ramai dan banyak orang, jadi aku gak sendirian menunggu disana, sebab penjemputan dilakukan pukul tujuh pagi.

Lihat selengkapnya