Blurb
Siang itu, awan mendung tidak berwarna hitam. Namun, putih. Tanda bahwa hujan tidak akan berhenti dalam waktu yang singkat. Tidak ada angin, petir, ataupun kilat. Namun, air hujan turun dengan sangat deras. Membuat pandangan tidak dapat menangkap lebih jauh. Salma menurunkan standart motornya. Wanita itu berjalan memasuki area makam. Duduk bersimpuh di samping batu nisan kedua orang tuanya. Hujan itu menutupi air mata Salma yang terus memaksa menetes di sepanjang jalan. Cukup lama, Salma hanya memandangi nama kedua orang tuanya.
"Bu, bagaimana dengan hariku? Bagaimana dengan hidupku? Apa aku harus tetap diam, agar aku tetap diberi makan dan diberi atap?"
Hidup sebagai seorang istri, seorang ibu, dan juga sebagai seorang menantu memaksa Salma melupakan identitas dirinya sendiri.