Cahaya pagi menembus celah gorden tipis dan jatuh tepat di wajah Danny. Kepalanya berat. Bau alkohol tercium olehnya juga muntahan, dan lantai pel yang lembap bercampur jadi satu di ruang depan rumah Rachel. Di sekelilingnya orang-orang tergeletak sembarangan termasuk Louise di antaranya. Di tangannya masih tergenggam kaleng bir yang sudah kosong. Sementara Derek meringkuk di pojok dekat pintu.
“Louise?” bisik Danny. Tidak ada jawaban.
Danny menghela napas lalu melangkah keluar, melewati tubuh-tubuh yang tergeletak itu.
Udara luar lebih dingin dari yang ia kira. Pagi itu cerah. Matahari naik pelan di atas atap-atap rumah. Jalanan tampak sepi. Tidak ada suara mobil, tidak ada anak-anak berlari. Hanya derak langkah kakinya di atas kerikil.
Danny duduk di anak tangga. Ia menunduk, menatap tangannya sendiri. Jari-jarinya masih bau alkohol. Lalu ia teringat sesuatu yang dilihatnya siang kemarin di kamar ibunya. Ia berdiri. Remaja lelaki itu menghela napas panjang lalu mulai melangkah pulang.
Di ujung jalan, dari kejauhan, Danny melihat seorang wanita mendorong kereta belanjaan. Rambut cokelat sebahu, mantel krem. Ia berhenti sejenak. Matanya menyipit. Itu Amanda, Ibunya Nelly. Wanita berkulit hitam itu teman akrab ayahnya dulu. Tanpa sadar kakinya berbelok ke arah sana untuk menghampirinya. Danny ingat semalam Nelly bercerita tentang ayahnya.
“Permisi. Bu Amanda?” panggilnya. Suaranya pecah.
Amanda menoleh. Wajahnya yang lelah berubah sedikit terkejut.
“Bu, mmm. Boleh berbicara sebentar?” pinta Danny.
Amanda terdiam dua detik. Ia lalu tersenyum tipis dan mendorong keretanya ke tepi jalan. “Kau belum sarapan kan? Masuk mobil dulu. Kita bicara di teras rumahku. Di sana lebih nyaman.”
Danny mengangguk. Ia tidak menolak. Mobil Amanda tampak tua, tetapi bersih. Di dashboard ada foto kecil Nelly waktu masih SD, juga foto suaminya, ayah tiri Nelly. Perjalanan ke rumah Amanda hanya lima menit. Tapi bagi Danny rasanya seperti satu jam. Ia duduk diam, kedua tangan saling meremas di pangkuan. Amanda sesekali meliriknya dari kaca spion, tapi tidak bertanya.